Sugiyanto menekankan bahwa seorang manajer atau pemimpin tidak hanya bertanggung jawab kepada atasan atau pemegang saham, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral di hadapan Tuhan. Manajemen, dalam pandangan buku ini, bukan sekadar mengejar efisiensi materi, tetapi juga pembentukan karakter dan pemberdayaan manusia sebagai citra Allah (Imago Dei).