Mudrajad Kuncoro memaparkan bahwa otonomi daerah merupakan "pisau bermata dua". Di satu sisi, ia memberikan peluang bagi daerah untuk melakukan inovasi pembangunan yang sesuai dengan potensi lokal. Namun, di sisi lain, ia menuntut kapasitas birokrasi dan kualitas kepemimpinan yang sangat tinggi. Buku ini bukan sekadar narasi normatif tentang otonomi, melainkan analisis teknis mengenai bagaimana daerah harus merencanakan pembangunan agar tidak terjebak dalam inefisiensi.