Ditemukan 496 karya tulis
Kesehatan Masyarakat: Konsep dan Implikasinya
Kesehatan masyarakat memainkan peran kritis dalam meningkatkan kesehatan populasi secara keseluruhan. Dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan pendekatan, kesehatan masyarakat tidak hanya berfokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit tetapi juga pada promosi kesehatan dan penciptaan kebijakan yang mendukung lingkungan sehat. Upaya kesehatan masyarakat yang efektif membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif dari semua elemen masyarakat untuk mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan. Buku ini berisikan tentang informasi bagaimana pemahaman tentang: Bab 1 Pengantar Kesehatan Masyarakat Bab 2 Epidemiologi: Dasar Penyakit dan Penyebarannya Bab 3 Sistem Kesehatan Masyarakat: Struktur dan Fungsi Bab 4 Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Bab 5 Peran Gizi Dalam Kesehatan Masyarakat Bab 6 Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana Bab 7 Penyakit Menular dan Upaya Pengendalian Penyebarannya Bab 8 Kesehatan Anak dan Kesejahteraan Keluarga Bab 9 Penyakit Tidak Menular: Pencegahan dan Pengelolaannya Bab 10 Kesehatan global: Tantangan dan Peluang
Implementasi Terapi Musik Terhadap Nyeri Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal: Paska Operasi Fraktur Nasal Sinistra Di Rumah Sakit Swasta X Medan
Pendahuluan. Fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang, baik bersifat total maupun sebagian. Fraktur adalah patahnya tulangnya yang utuh yang di akibatkan oleh trauma langsung dan trauma tidak langsung seperti kecelakaan lalu lintas, olahraga, jatuh dari permukaan tinggi dan pukulan secara langsung. Fraktur di Indonesia menjadi penyebab kematian terbesar ketiga dibawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis. Fraktur di Indonesia menunjukkan bahwa kasus mencapai prevalensi sebesar 5, 5% dari 92.976 kasus cedera. Metode. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah, studi literatur berdasarkan Evidan Base topic pembahasan, serta melakukan studi kasus pada pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit. Hasil Penelitian. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan, maka semua masalah keperawatan yang ditemukan pada pasien, berhasil diatasi atau diselesaikan. Kesimpulan. Kesimpulan dari fraktur penulis mampu melakukan pengkajian dan di dapati adanya keluhan nyeri akut, resiko infeksi, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri, dan gangguan pola tidur. Secara garis besar semua intervensi dapat di implementasikan kepada pasien. Penulis memberikan implementasi terapi nonfarmakologis terhadap pasien dalam mengurangi rasa nyeri dengan metode terapi relaksasi musik. Didapati sebelum diberikan terapi musik skala nyeri pasien 3 dan setelah di berikan terapi mendengarkan musik skala nyeri berkurang menjadi 5. Artinya Implementasi terapi music dapat mengatasi masalah nyeri pada post fraktuk.
Sistem Saraf dan Perawatan Optimal
Buku ini disusun untuk memberikan wawasan mendalam mengenai sistem saraf, baik dari aspek anatomi dan fisiologi, maupun aplikasinya dalam praktik keperawatan. Sistem saraf, sebagai salah satu sistem yang paling kompleks dalam tubuh manusia, memainkan peran sentral dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari gerakan, sensasi, hingga proses kognitif. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang sistem ini menjadi landasan penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang holistik dan optimal. Buku ini membahas: Bab 1 Anatomi dan Fisiologi Sistem Saraf Bab 2 Penyakit Umum Sistem Saraf dan Manajemennya Bab 3 Keperawatan Pada Pasien Epilepsi Bab 4 Manajemen Nyeri dan Terapi Neuropati Bab 5 Peran Keluarga dalam Perawatan Pasien Neurologis Bab 6 Inovasi dalam Teknologi Keperawatan Neurologi Bab 7 Rehabilitasi Pasca-Stroke: Pendekatan Multidisiplin Bab 8 Dampak Stres dan Kesehatan Mental pada Pasien Neurologis Bab 9 Manajemen Kejang: Protokol dan Penanganan Darurat Bab 10 Pendidikan Kesehatan untuk Pasien dan Keluarga dengan Gangguan Saraf Bab 11 Strategi Peningkatan Kualitas Hidup Pasien dengan Gangguan Saraf
IMPLEMENTASI TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST APENDIKTOMY
Pendahuluan. Nyeri pasca apendiksitis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh pasien setelah menjalani operasi pengangkatan usus buntu. Nyeri ini dapat mengganggu proses pemulihan dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan secara holistik dengan mengeksplorasi efektivitas implementasi relaksasi Benson dalam mengurangi nyeri pasca apendektomi dalam bentuk asuhan keperawatan serta memberikan wawasan mengenai manfaat pendekatan holistik dalam manajemen nyeri. Metodologi. Penelitian ini adalah studi kasus dengan proses perawatan yang dilakukan pada pasien Tn. S dengan paska apendektomi dengan pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi kepustakaan dan evidance based. Kesimpulan. Penulis menemukan adanya nyeri akut, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik dan resiko infeksi. Secara garis besar semua intervensi dapat di implementasikan kepada klien. Penulis memberikan implementasi terapi nonfarmakologi kepada klien dalam mengurangi nyeri dengan metode terapi relaksasi benson. Sebelum diberikan terapi relaksasi autogenik skala nyeri klien 2 dan setelah relaksasi benson skala nyeri klien berkurang menjadi 5.
IMPLEMENTASI TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK DALAM KECEMASAN PASKA OPERASI FRAKTUR FEMUR SINISTRA
Pendahuluan. Fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang, baik bersifat total maupun sebagian, yang utuh yang diakibatkan oleh trauma langsung dan trauma tidak langsung seperti kecelakan lalu lintas, olahraga, jatuh dan pukulan secara langsung. Fraktur di Indonesia menjadi penyebab kematian terbesar ketiga dibawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis. Fraktur yang paling sering terjadi di Indonesia adalah patah tulang paha sebesar 42%. Tujuan penulisan adalah mampu menerapkan asuhan keperawatan pada pasien fraktur secara komprehensif, melakukan pengkajian keperawatan pada pasien fraktur, merumuskan rencana asuhan keperawatan dengan menetapkan tujuan, melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien fraktur, mengevaluasi dan mendokumentasikan hasil asuhan keperawatan.
Pengantar Konsep dan Keperawatan Dasar
Keperawatan merupakan profesi yang berperan penting dalam sistem pelayanan kesehatan, dengan tanggung jawab yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Oleh karena itu, pemahaman terhadap konsep keperawatan, proses keperawatan, peran dan fungsi perawat, etika profesi, komunikasi terapeutik, keselamatan pasien, serta pencegahan dan pengendalian infeksi menjadi fondasi utama dalam membentuk perawat yang kompeten, beretika, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan pasien. Buku ini membahas: Bab 1 Konsep Keperawatan Bab 2 Sejarah dan Perkembangan Keperawatan Bab 3 Paradigma dan Falsafah Keperawatan Bab 4 Peran Perawat Bab 5 Konsep Sehat dan Sakit Bab 6 Kebutuhan Dasar Manusia Bab 7 Proses Keperawatan Bab 8 Diagnosis Keperawatan Bab 9 Komunikasi Terapeutik Bab 10 Etika Keperawatan Bab 11 Keselamatan Pasien Bab 12 Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Bab 13 Mobilisasi dan Ambulasi Bab 14 Pengukuran Tanda-Tanda Vital Bab 15 Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Bab 16 Kebutuhan Istirahat dan Tidur Bab 17 Konsep Dasar Manajemen Nyeri
Dasar-dasar Ilmu Biomedik: Struktur dan Fungsi
Buku “Dasar-Dasar Ilmu Biomedik: Struktur dan Fungsi” sangat direkomendasikan untuk dibaca khususnya bagi dosen, mahasiswa/i, dan praktisi kesehatan, karena di dalamnya dikupas secara tuntas dan menggunakan bahasa serta gambar yang mudah dipahami. Adapun beberapa topik yang dibahas dalam buku ini tentang: Bab 1 Dasar–Dasar Anatomi Tubuh Manusia Bab 2 Struktur, Fungsi Sel, Jaringan, dan Sistem Tubuh Manusia Bab 3 Prinsip-Prinsip Fisika Kesehatan Dalam Keperawatan Bab 4 Struktur dan Fungsi Sistem Integumen Bab 5 Struktur dan Fungsi Sistem Muskuloskeletal Bab 6 Struktur dan Fungsi Sistem Sensori Bab 7 Struktur dan Fungsi Sistem Endokrin Bab 8 Struktur dan Fungsi Sistem Kardiovaskuler Bab 9 Fungsi Sistem Limfatik Serta Kekebalan Tubuh Bab 10 Struktur dan Fungsi Sistem Pernapasan Bab 11 Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Bab 12 Struktur dan Fungsi Sistem Perkemihan Bab 13 Struktur dan Fungsi Sistem Persarafan Bab 14 Metabolisme dan Pengaturan Suhu Tubuh
E-Government and Open Innovation Berbasis Teknologi
E-Government dan Open Innovation Berbasis Teknologi menciptakan lingkungan di mana pemerintah dapat lebih efektif dalam memberikan layanan kepada warga, sementara memanfaatkan inovasi eksternal untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan tersebut. Dengan menggunakan teknologi sebagai alat untuk menghubungkan pemerintah dengan warga, serta memfasilitasi kolaborasi dan berbagi pengetahuan, E-Government dan Open Innovation Berbasis Teknologi dapat membantu menciptakan pemerintahan yang lebih responsif, inklusif, dan inovatif. Dalam buku ini membahas: Bab 1 Sejarah dan Evolusi E-Government Bab 2 Peran Teknologi Informasi dalam Transformasi Layanan Publik dan Dampaknya pada Sektor Publik Bab 3 Strategi dan Implementasi E-Government Bab 4 Pendekatan Strategis untuk Mengimplementasikan E-Government Bab 5 Tantangan dan Solusi Penerapan E-Government Bab 6 Studi Kasus tentang Efektivitas E-Government Bab 7 E-Government sebagai Alat untuk Meningkatkan Transparansi Pemerintahan Bab 8 Cara E-Government Memfasilitasi Partisipasi dan Keterlibatan Warga Bab 9 Masa Depan E-Government
Keperawatan Sistem Pencernaan
Buku ini ditujukan sebagai sumber referensi dan bahan ajar bagi mahasiswa keperawatan, tenaga pendidik, serta praktisi kesehatan yang ingin memahami lebih dalam mengenai sistem pencernaan manusia secara komprehensif. Buku ini membahas: Bab 1 Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Bab 2 Sistem Pencernaan: Asuhan Keperawatan Gastritis Bab 3 Gangguan Saluran Pencernaan Atas: GERD Bab 4 Ulkus Peptikum dan Komplikasinya Bab 5 Gangguan pencernaan bawah: Diare Bab 6 Konstipasi dan Obstruksi Usus Bab 7 Penyakit Inflamasi Usus (IBD): Kolitis dan Crohn Bab 8 Penyakit Hati: hepatitis Akut dan Kronis Bab 9 Sirosis Hati: Pendekatan Keperawatan Bab 10 Penyakit Kantung Empedu: Kolelitiasis Bab 11 Kanker Saluran Pencernaan: Kanker Kolorektal Bab 12 Keperawatan Pasca Operasi Saluran Pencernaan Bab 13 Intervensi Non-Farmakologis pada Gangguan Pencernaan Bab 14 Keperawatan Pasien dengan Stoma Pemahaman tentang sistem pencernaan sangat penting dalam praktik keperawatan, mengingat banyaknya kasus klinis yang berkaitan dengan gangguan saluran cerna. Oleh karena itu, buku ini disusun secara sistematis mulai dari anatomi, fisiologi, peran mikrobiota usus, hingga keterkaitannya dengan asuhan keperawatan, guna memberikan landasan teoritis yang kuat dan aplikatif.
Teori dan Praktik Dasar Keperawatan
Perkembangan dunia kesehatan yang semakin cepat menuntut perawat memiliki kompetensi yang kuat, profesional, dan berbasis bukti ilmiah. Oleh karena itu, buku ini menghadirkan pembahasan yang tersusun dari konsep fundamental hingga keterampilan klinis yang menjadi fondasi praktik keperawatan. Pembahasan dimulai dari pengantar keperawatan, definisi, tujuan, ruang lingkup praktik, serta teori-teori keperawatan klasik seperti Florence Nightingale, Virginia Henderson, Dorothea Orem, Martha Rogers, Calista Roy, hingga Jean Watson yang menjadi landasan pelayanan keperawatan modern. Buku ini membahas: Bab 1 Pengantar Keperawatan dalam Teori dan Praktik Dasar Keperawatan Bab 2 Peran dan Fungsi Perawat Bab 3 Proses Keperawatan Bab 4 Diagnosa Keperawatan NANDA Bab 5 Nutrisi dan Cairan Bab 6 Patient Safety Bab 7 Istirahat dan Tidur Bab 8 Profesionalisme dan Empati Bab 9 Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Bab 10 Pemeriksaan Tanda Vital Bab 11 Komunikasi Terapeutik
[PDF] dari jerkin.org Sinergi Pendidikan: Mengintegrasikan Bahasa Inggris dan Pembentukan Karakter pada Anak Usia Dini di PAUD Permata Kasih” Pematangsiantar: Pengabdian
This Community Service Program aims to improve English proficiency and character education in early childhood at Permata Kasih Pematangsiantar Early Childhood Education Center. Through seminars involving parents, teachers, and students, we discussed the importance of English education as a tool to improve children's cognitive abilities and character values that support their social and emotional development. Interactive activities, such as fruit and vegetable sticker competitions and fruit satay making, were designed to introduce new vocabulary in English in the context of healthy living. The questionnaire results showed that 100% of respondents agreed that English teaching can improve children's understanding of character and healthy habits. The enthusiasm of the children and parents during the activities showed that learning can be done in a fun way. This program not only succeeded in improving English language skills and character, but also strengthened family relationships. We recommend implementing a sustainable program with more interactive activities and involving more parties in understanding the importance of healthy lifestyles as part of learning..
Efektivitas Komunikasi Interprofesional Sebagai Upaya Untuk Mengembangkan Kolaborasi InterProfesional
Komunikasi interprofesional merupakan komponen mendasar dari Interprofessional Collaboration. Komunikasi interprofesional sangat dibutuhkan dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien. Komunikasi yang baik akan berjalan secara efektif jika pesan yang diterima dapat dipahami dengan baik. Komunikasi merupakan sebuah dasar bagi tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi seputar riwayat kesehatan pasien, menegakkan diagnosis untuk pasien, dan menetapkan rencana perawatan yang akan didapatkan oleh pasien kedepannya. Tujuan umum dari studi ini yaitu untuk mengetahui efektivitas komunikasi interprofesional sebagai upaya untuk mengembangkan kolaborasi interprofesional. Studi ini menggunakan kajian literatur artikel atau narrative review. Sumber data yang didapat berasal dari Google Scholar, Google Search, dan Science Direct menggunakan rentang sepuluh tahun publikasi yaitu dari tahun 2014-2024. Dari beberapa artikel jurnal yang direview didapatkan bahwa komunikasi interprofesional efektif menjadi upaya untuk mengembangkan kolaborasi interprofesional. Komunikasi interprofesional ini efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan pasien, meningkatkan keselamatan dan keamanan pasien, serta menurunkan angka insiden keselamatan pasien.