Ditemukan 496 karya tulis
TERAPI MUSIK UNTUK MENGATASI STRES DALAM ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN ENDOKRIN: DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN
ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis paling umum di Indonesia. Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia dengan ciri-ciri meningkatnya frekuensi buang air kecil, rasa haus berlebihan, penurunan berat badan, pandangan yang kabur, keletihan, kelaparan, kulit menjadi bermasalah. Diabetes melitus dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, faktor genetik, berat badan, aktifitas fisik kurang, merokok, hipertensi dan stres. Penulian karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan keperawatan khususnya terapi musik terhadap gangguan endokrin pada pasien diabetes melitus tipe 2. Adapun tujuan khusus adalah melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, membuat rencana asuhan keperawatan, mengevaluasi tindakan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta menerapkan terapi musik dalam setiap melakukan tindakan. Pelaksanaan asuhan keperawatan pada karya tulis ini lebih berfokus mendalami tentang tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Saran yang diberikan Penulis adalah agar perawat meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 sehingga dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan dapat melakukannya dengan profesional dan hendaknya perawat dapat menerapkan Evidence Based Practice (EBP), sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stres menggunakan metode terapi musik.
Peminjaman Inkubator Gratis Bagi Bayi Prematur
The United Nations (UN) in 2010 report entitled “Born Too Soon, The Global Action Report on Preterm Birth” placed Indonesia in fifth place as the country with the highest number of premature babies in the world. This was supported by data from the Central Bureau of Statistics in 2016, saying the infant mortality rate (IMR) reached 25 deaths per 1,000 babies born. The implementation of the community service (PKM) is through a strategic approach to the community in the form of promoting free incubator lending to families with premature babies. The approach is carried out directly (direct approach) by using effective communication to health workers, as well as to urban villages around the work area. With the free incubator, many parents who have LBW babies feel helped and are very grateful, the incubator lending process that has been loaned to parents ranges from 1 to 2 months, but there are also families who borrow more than 3 months. This is because the baby's condition is difficult to develop. With the availability of free portable incubator loans carried out by the Surya Nusantara Nursing Academy Free Incubator Volunteers, in collaboration with the Indonesian Premature Baby Foundation, the people of Pematansgiantar and its surroundings feel helped, and are very grateful, not only that the babies who feel comfortable being in the incubator but also the parents also who feel happy, and they do not worry about the development of their baby. They also do not need to experience stress in connection with funding for the care of premature babies, because the incubator and blue light phototherapy equipment is lent out for free without being charged a penny.
IMPLEMENTASI STANDAR PENDIDIKAN KEPERAWATAN DALAM PENINGKATAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN DI AKADEMI KEPERAWATAN SURYA NUSANTARА РЕМАTANGSIANTAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana implementasi standar pendidikan keperawatan dalam peningkatan mutu proses pembelajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara Pematangsiantar. Desain penelitian assosiatif, dengan jumlah sampel 98 responden, dan teknik yang digunakan pengambilan sampel Proportionate Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi standar 1 visi, misi, sasaran dan strategi pencapaian sebanyak 41,9%; standar 2 tata pamong, kepemimpinan, pengelolaan, dan penjaminan mutu sebanyak 58,1%; standar 3 mahasiswa dan lulusan sebanyak 90,9%; standar 4 sumber daya manusia 87,9%; standar 5 kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik sebanyak 89,4%; standar 6 pembiayaan, prasarana, serta sistem informasi sebanyak 89,9%, dan standar 7 penelitian, pengabdian masyarakat dan kerjasama sebanyak 27%. Faktor yang memiliki pengaruh yang dominan terhadap peningkatan mutu proses pengajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara, Pematangsiantar, berdasarkan nilai Standardized Coefficients, adalah standar mahasiswa dan lulusan, serta adanya hubungan antara standar pendidikan keperawatan dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada Akademi Keperawatan Surya Nusantara, Pematangsiantar, dengan hasil nilai Fhitung = 30,014 dan Signifikan F sebesar 0,000, dengan nilai Signifikan t pada standar (X₁) 0,000; (X2) 0,001; (X3) 0,000; (Х4) 0,000; (X3) 0,734; (X) 0,004; dan (X,) 0,016. Hasil analisis uji regresi linear ganda juga menunjukkan bahwa variabel faktor mempengaruhi yaitu variabel standar 1 dengan p value 0,013 (p-0,05), standar 2 dengan p value 0,016 (p<0,05), standar 3 dengan p value 0,018 (p<0,05), standar 4 dengan p value 0,017 (p<0,05), standar 6 dengan p value 0,037 (p-0,05) dan standar 7 dengan p value 0,017 (p<0,05) berpengaruh terhadap peningkatan proses pembelajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara Pematangsiantar. Saran kepada institusi agar memperhatikan pentingnya mengimplementasikan standar pendidikan keperawatan secara proposional hal ini akan berdampak terhadap adanya jaminan kualitas pendidikan khususnya mutu pembelajaran pada institusi tersebut. serta tersedianya satu departeman penjaminan mutu internal institusi untuk memonitoring kemajuan institusi begitu juga hal-hal yang dapat menghambat kemajuan institusi tersebut. Kata Kunci: Standar Pendidikan Keperawatan, Proses Pembelajaran
Effect of Autogenic Relaxation on Blood Pressure Reduction in Elderly Patients with Hypertension
Hypertension is still one of the major health problems in public health in developed countries. Hypertension can be treated with pharmacological and nonpharmacological treatments. One of nonpharmacology treatment is autogenic relaxation to hypertension blood pressure. Objective to determine whether autogenic relaxation can reduce hypertension blood pressure. This was a pre-experimental study with pre and post design, The population of all elderly with hypertension, the ware 10 elderly purposive sampling. Autogenic relaxation techniques are carried out using guidelines for relaxation techniques performed by nurses who have the ability to do relaxation techniques. Independent t-test ware used for data analysis. The result of the analysis showed that there was a change of mean pressure between before and after autogenic relaxation therapy with significant systole value at p - value = 0,00 (α <0,05) and diastol significant value at p - value = 0,00 ( α <0.05) so that there is an autogenic relaxation effect on the decrease in blood pressure in the elderly patients with hypertension. Seeing the results of this study then this autogenic relaxation therapy can be used as an alternative therapy in treating blood pressure problems in elderly or parents in addition to treatment therapy.
Pelatihan Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa di Kecamatan Siantar Martoba Kelurahan Pondok Sayur
Pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk dapat membantu dalam mensukseskan upaya peningkatan kesehatan masyarakat desa, melalui kegiatan pelatihan kesehatan kepada para masyarakat yang dilakukan, maka akan terbentuknya suatu kebiasaan hidup sehat dikalangan masyarakat.Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu para masyarakat agar dapat lebih meningkatkan status kesehatan mereka, melalui pola hidup sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendekatan secara langsung (direct approach) melalui ceramah dan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan pegabdian masyarakat ini, masyarakat memperoleh informasi mengenai upayah pencegahan serta mempertahankan kesehatannya. Sehingga mereka dapat menjaga kesehatan dan hal ini menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat dalam mempertahankan kesehatan.
Pajak Sumut Dua Gandeng STIE Surya Nusantara Gelar Inklusi Lebih lanjut di: https://www.pajak.go.id/id/berita/pajak-sumut-dua-gandeng-stie-surya-nusantara-gelar-inklusi
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara II gandeng Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara dalam pelaksanaan program Inklusi Pajak. Kegiatan ini diikuti 25 mahasiswa dan dilaksanakan di kampus Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara, Kota Pematang Siantar (Selasa, 21/2). Program Inklusi pajak merupakan program menumbuhkan kesadaran pajak sejak usia dini dengan mengacu pada kurikulum yang berlaku. Sebelumnya Kanwil DJP Sumatera Utara II telah mengadakan kegiatan bimbingan teknis kepada dosen di Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara sebagai mitra inklusi. Melalui kegiatan tersebut, Tim Kanwil DJP Sumatera Utara II menyampaikan tahapan program inklusi dan tata cara pelaksanaannya. Setelah kegiatan persiapan inklusi, mitra dinyatakan siap melaksanakan inklusi dengan pendampingan Kanwil DJP Sumatera Utara II. Pelaksanaan Inklusi di Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara dilakukan oleh Dr. Pipin Sumantrie. S.Kp., M.Kep. yang merupakan Dosen mata kuliah Kewirausahaan. Dalam proses belajar-mengajar beliau menyampaikan “Pajak merupakan kewajiban pada negara yang diatur dalam undang-undang dan dampaknya dirasakan pada seluruh aspek, misalnya jalan yang bagus, dan fasilitas umum yang baik”. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa dan memberikan pemahaman pentingnya pajak, sehingga dimasa depan mahasiswa siap menjadi wajib pajak yang patuh dan taat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Lebih lanjut di: https://www.pajak.go.id/id/berita/pajak-sumut-dua-gandeng-stie-surya-nusantara-gelar-inklusi
Edukasi Manajemen Pola Hidup Sehat di Desa Pegagan Julu, Kabupaten Dairi
The success of a country can be seen from the results of the Human Achievement Index (IPM) owned by the country. One indicator of HDI is health status. This community service has the aim of increasing people's motivation to maintain education on healthy lifestyles. In carrying out this community service, the method used in this community service activity is to conduct interactive health seminars, so that the expected materials and objectives can reach the community directly. The conclusions obtained from this activity are as follows, overall (100%) the people of Pegagan Julu IV village feel the benefits of the healthy lifestyle education activities that are delivered, but in their commitment to living a healthy lifestyle there are only 90% of the people who are committed to maintaining health, through a healthy lifestyle.
Peningkatan Kesadaran Siswa Sekolah Dasar melalui Seminar Pola Hidup Sehat di SD Advent Martoba, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara
Pola hidup sehat merupakan gaya hidup yang perlu dijaga untuk memperoleh kesehatan yang optimal baik fisik, kerohanian, mental dan sosial. Pada saat ini banyak siswa-siswi SD yang tidak memperhatikan kesehatannya. Banyak yang mengikuti selera tanpa menyadari kualitas makanan yang sedang dikonsumsi, makan tanpa memperhatikan kebersihan tangan, dan jarang olahraga. Tujuan dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi SD Advent Martoba akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan memberikan seminar mengenai makanan sehat, cuci tangan yang benar sebelum dan sesudah makan, olahraga. Metode yang dilakukan ialah metode survei deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan. Uji paired samples correlations menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara pre tes dan post tes (r=0.861, p=0.000). Dari data ini, kegiatan ini berdampak positif kepada siswa-siswi SD Advent Martoba dengan meningkatnya kesadaran mereka untuk memilih makanan yang sehat dan bersih, mencuci makan sebelum dan sesudah makan, serta pentingnya berolahraga.
THE DIFFICULTIES ENCOUNTERED BY ENGLISH TEACHERS IN TEACHING ENGLISH IN INDONESIA
Mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing merupakan tugas yang menantang, terutama bila dilakukan di tempat-tempat dimana bahasa Inggris hanya mempunyai tujuan yang terbatas. Penelitian ini berusaha untuk menyelidiki kesulitan dalam mengajar bahasa Inggris serta solusi yang diambil oleh guru bahasa Inggris di sekolah Advent di Indonesia. Studi ini menangkap sudut pandang guru bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan pengajaran bahasa Inggris di kelas dan solusi yang mereka terapkan untuk menyelesaikannya melalui wawancara. Sejumlah kesulitan yang ditemukan, sebagian berasal dari siswa, sebagian dari guru, dan sebagian dari fasilitas sekolah, yaitu kurangnya penguasaan kosakata siswa, kurangnya pengetahuan tentang berbagai macam tata bahasa dan struktur, kesulitan guru dalam memperbaiki kesalahan siswa. tata bahasa, kesulitan guru menyelesaikan materi kurikulum pemerintah, kurangnya guru dalam menggunakan terminologi tata bahasa, kesulitan guru dalam mentransfer pengetahuannya ke dalam penggunaan bahasa yang komunikatif, sumber daya dan fasilitas yang tidak memadai, dan keterbatasan waktu. Solusi untuk mengatasi tantangan tersebut juga disarankan dalam penelitian ini, pembenahan sikap, penerapan berbagai metode dan teknik pengajaran, peningkatan sumber daya dan fasilitas, penyesuaian tingkat siswa dan situasi belajar, penggunaan dan penyediaan kamus, pemanfaatan sumber daya dan fasilitas yang tersedia, penyediaan umpan balik motivasi, mencari metode atau materi yang tepat, dan refleksi diri guru mungkin cukup membantu dalam mengatasi kesulitan pengajaran bahasa Inggris di situasi kelas
Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Penerima Bantuan Rumah Layak Huni untuk Keluarga Kurang Mampu Menerapkan Metode VIKOR dan Pembobotan Menggunakan Metode SWARA pada Desa Petangguhan
Bantuan rumah layak huni adalah sebuah wadah yang diberikan sebagai tempat tinggal yang layak untuk dihuni oleh sebuah keluarga. Pemberian bantuan rumah layak huni menjadi salah satu kebijakan pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat yang termasuk ke dalam kategori tidak mampu. Desa Petangguhan sulitnya menentukan rekomendasi penerima bantuan rumah layak huni untuk keluarga yang kurang mampu sesuai dengan tujuan pemerintah daerah. Penilaian subjektif masih digunakan dalam proses penentuan kelayakan calon penerima bantuan rumah layak huni. Menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Desa Petangguhan terkait penentuan rekomendasi penerima bantuan rumah layak huni untuk keluarga kurang mampu maka dalam penelitian ini penulis membangun sebuah sistem pendukung keputusan yang bersifat objektif. Metode yang digunakan sebagai penyelesaian masalah tersebut adalah metode Vise Kriterijumska Optimizajica I Kompromisno Resenje (VIKOR) dan Stepwise Weight Assessment Ratio Analysis (SWARA). Penerapan metode VIKOR berfungsi sebagai perangkingan dan SWARA berfungsi sebagai pembobotan kriteria. Sistem pendukung keputusan rekomendasi penerima bantuan rumah layak huni untuk keluarga kurang mampu menerapkan metode VIKOR dan pembobotan menggunakan metode SWARA pada desa petangguhan menjadi efektif dan efesian dari hasil penerapan alternatif yang terpilih adalah Riko Syahputra (A1) dengan nilai 0,046. Downloads
PENERAPAN TENAGA KERJA SECURITY DENGAN SISTEM OUTSOURCING BERDASARKAN PERJANJIAN KERJASAMA PENYEDIAAN JASA PEKERJA/BURUH
Kerjasama antara Universitas Katolik Santo Thomas dengan PT. SATRIA WAHID NUSANTARA (SWAT) selaku Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja (PPJP) merupakan kerjasama berdasarkan sistem outsourcing. Adapun jasa yang dioutsourcing kan Universitas Katolik Santo Thomas Medan yaitu tenaga kerja satpam. Di Indonesia usaha bidang pengamanan ada lembaga yang menyediakan jasa pengamanan, sama halnya dengan outsourcing, sehingga Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) sama diartikan dengan penyedia jasa tenaga kerja lainnya. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai pelaksanaan sistem outsourcing (alih daya) tenaga kerja satpam di Universitas Katolik Santo Thomas Medan, pemenuhan hak-hak tenaga kerja outsourcing yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan bentuk permasalahan outsourcing yang pernah terjadi di Universitas Katolik Santo Thomas Medan selaku principal/user outsourcing.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif berdasarkan pada data primer yaitu wawancara secara langsung dengan responden yang berkaitan dengan penelitian ini dan data sekunder bersumber dari kontrak/perjanjian yang telah dibuat oleh Universitas Katolik Santo Thomas Medan dengan PT. SWAT dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan kontrak/perjanjian yang telah dibuat, Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan sistem outsourcing di Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Pertanggungjawaban PPJP selaku perusahaan outsourcing yang belum sepenuhnya terlaksana kepada tenaga kerja satpam dan lemahnya sistem keamanan dengan tidak adanya CCTV di Universitas Katolik Santo Thomas Medan yang mendukung kinerja Satpam.
Analisis Pengaruh Learning Rate dalam Menentukan Mean Square Error (Mse) pada Algoritma Long Short Term Memory (LSTM)
Long Short Term Memory (LSTM) merupakan salah satu algoritma Machine Learning (ML) berbasis pendekatan Reccurent Neural Network (RNN). LSTM memiliki empat lapisan neuron yang biasa disebut gerbang untuk mengatur memori setiap neuron, sehingga dapat mendeteksi data mana yang perlu dan tidak perlu digunakan. Salah satu komponen penting yang digunakan LSTM untuk menentukan nilai Mean Square Error (MSE) adalah learning rate. Pada penelitian ini dataset yang digunakan adalah penggunaan aplikasi di Kominfo sebanyak 6196. Adapun atribut meliputi nama pengguna, aplikasi, tanggal akses, dan bandwidth yang digunakan (GB). Data dibagi menjadi data training sebesar 80% dan data testing sebesar 20%. Model dilatih untuk 150 epoch dengan batch size 32. Dalam penelitian ini, peneliti telah menguji pengaruh berbagai nilai learning rate terhadap performa model LSTM dalam menganalisis nilai yang paling efektif dalam memproses MSE pada model LSTM. Learning rate yang digunakan adalah 0.1, 0.01, dan 0.001. Hasilnya menunjukkan bahwa learning rate 0.001 memberikan performa terbaik dengan menunjukkan hasil yang cenderung stabil dengan fluktuasi yang minimal dan nilai MSE yang konsisten lebih rendah pada epoch 100 dan epoch 150. Learning rate 0.001 memberikan performa terbaik dengan menunjukkan hasil yang cenderung stabil dengan fluktuasi yang minimal dan nilai MSE yang konsisten lebih rendah pada epoch 115 yaitu MSE 0,083705828. Pemilihan learning rate yang tepat sangat penting untuk optimisasi model LSTM. Learning rate 0.001 menunjukkan hasil terbaik dalam konteks penelitian ini, sehingga dapat direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya. Long Short Term Memory (LSTM) is a Machine Learning (ML) algorithm based on the Recurent Neural Network (RNN) approach. LSTM has four layers of neurons which are usually called gates to organize the memory of each neuron, so that it can detect which data needs and does not need to be used. One of the important components used by LSTM to determine the Mean Square Error (MSE) value is the learning rate. In this research, the dataset used is 6196 applications used in Kominfo. The attributes include user name, application, access date and bandwidth used (GB). The data is divided into 80% training data and 20% testing data. The model was trained for 150 epochs with a batch size of 32. In this study, researchers have tested the effect of various learning rate values on the performance of the LSTM model in analyzing the most effective value in processing MSE in the LSTM model. The learning rates used are 0.1, 0.01, and 0.001. The results show that a learning rate of 0.001 provides the best performance by showing results that tend to be stable with minimal fluctuations and MSE values that are consistently lower at epoch 100 and epoch 150. A learning rate of 0.001 provides the best performance by showing results that tend to be stable with minimal fluctuations and The MSE value is consistently lower at epoch 115, namely MSE 0.083705828. Choosing the right learning rate is very important for LSTM model optimization. A learning rate of 0.001 shows the best results in the context of this research, so it can be recommended for future researches.