Ditemukan 558 karya tulis
The Effect of Nutrition Literacy on Sugar ConsumptionSweetened Drinks and Body Mass IndexFor High School Students in Bandung
According to RISKESDAS in 2018, the prevalence of diabetes in Indonesia has increased significantly compared to 2013. ON the other hand, the consumption of Sugar Sweetened Beverages (SSB) and obesity are important risk factors for Diabetes Mellitus. Hence,this study determined to analyze whether nutritional literacy in adolescents has an influence towards SSB intake and Body Mass Index among the adolescents in The City of Bandung. This is a cross-sectional study with 200 respondents with a stratified random sampling technique whereby respondents are taken from eight high schools in Bandung, randomly selected. Standardized questionnaire was used to obtained necessary data and also Kara Scan was utilized to measure BMI. There was a significant relationship between nutritional literacy and SSB consumption (p=<0.05) while there was no relationship between nutritional literacy and BMI (p=>0.05). On the other hand, nutrition literacy was a significant predictor towards SSB consumption (β = 0,085; p = <0,05) but itwas not a significant predictor towards BMI (β = 0,468; p = >0,05). This study emphasized the need of an intervention to improve nutritional literacy among adolescents in Bandung to reduce SSB consumption. Hence, it will reduce the risk of developing chronic diseases as well in the future
Knowledge, Beliefs, and Intention to Vaccinate against COVID-19 among the Seventh Day Adventists in Southeast Asia Region
Objective. The vaccine rollout in the Asian region was slower than in other countries. Factors such as lack of knowledge and skepticism towards the vaccine were noted. On the other hand, the influence of religious leaders on the congregation was enormous, including their intention to vaccinate. Guided by the Health Belief Model theory, this study aimed to explore the knowledge, belief and perceived susceptibility and severity of COVID, the perceived benefits and barriers of the vaccines, and the intention to vaccinate among the Seventh Day Adventists in Asia. Methods. This was a descriptive study with respondents chosen through a multi-stage sampling method within the Asian region. A validated self-survey questionnaire, piloted among 40 respondents, was used using the Google online form. Data gathering was conducted for one month, from May until June 2021. Results. Out of 400 questionnaires distributed, 396 responded with a return rate of 0.99%. The majority were aged 18–29 years (43.2%), men (61.4%), married (50.2%), completed a bachelors' degree (49.5%), currently working (65.4%), and have been a member of the church for 20 years (30.8%). The majority had excellent knowledge regarding the vaccine (mean 4.72, ± 1.33); despite having low belief in the vaccine (mean 2.18, ± 0.43), low perception of their susceptibility to acquiring COVID (mean 2.43, ± 0.34), low perception on the seriousness of COVID (mean 2.30, ±0.40), low perception on vaccine benefits (mean 2.27, ± 0.45), and perceived low barrier on being vaccinated (mean 2.27, ±.45). Most of them intend to vaccinate (67.3%). Conclusion. The findings of this study suggest that the majority of Adventists intend to vaccinate. However, there is a need for health education to enhance their belief in the vaccine and change their negative perception about their susceptibility and severity of COVID. Keywords: COVID-19 response, COVID vaccine, religion, Asian region, health belief model, belief, intention to vaccina
Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Edukasi Interaktif Berbasis Sekolah di SMK KP Cicalengka
Permasalahan kesehatan reproduksi di kalangan remaja masih menjadi isu yang kompleks dan sensitif, yang membutuhkan pendekatan edukatif yang efektif dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang kesehatan reproduksi melalui program edukasi interaktif berbasis sekolah di SMK KP Cicalengka. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif berbasis bukti ilmiah, diskusi terbuka, dan pemeriksaan kesehatan dasar. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap isu kesehatan reproduksi. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Pemeriksaan kesehatan dasar turut memberikan gambaran kondisi awal kesehatan siswa dan menjadi media refleksi bagi peserta didik. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 3 dan SDG 4) serta membuktikan efektivitas pendekatan kontekstual dan partisipatif dalam pendidikan kesehatan remaja. Dengan demikian, program edukasi interaktif ini layak untuk direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut dalam skala yang lebih luas.Kata Kunci:Kesehatan Reproduksi, Remaja, Edukasi Interaktif, Sekolah, SDGs
The Relation of Knowledge and Attitudes of Students in Consuming Habitual of Alcohol Association Students NTT in Surakarta
Background: Alcohol abuse is one of the growing problems among the youths. This problem shows an increasing trend from year to year and has resulted in delinquency, fights, the emergence of juvenile gangs, immoral acts, and rampant thuggery. The impact of consuming alcohol can lead to poisoning due to the substance in alcohol can damage several systems in the body such as the motoric system (inability to stay still), the motoric reaction will be prolonged, speech disorder (dysarthria), and ataxia. The purpose of this study was to study and explain factors related to students’ habits on alcohol consumption. Factors associated are knowledge, attitudes, age, gender, environment, culture, mass media, emotional status, and availability of drinks. Methods: This study is quantitative research with a cross-sectional approach. The sample of this research was the students who came from NTT and studying in Surakarta and 338 students participated as the sample. Sampling technique utilized in this study was Accidental Sampling. Results: The final result of multivariate test showed that significant variable associated with the alcohol consumption of students are as follows: knowledge p = 0,000 attitude p = 0,000 (p value & it; 0, 05), cultural p = 0,009 (p value & it; 0, 05) and emotional p = 0,013 (p value & it; 0, 05). This research showed that attitude is the most associated with alcohol consumption even after being controlled by another three variables such as knowledge, culture, and emotion, with OR 4.245. It means that people with a negative attitude have a 4.2 times risk of consuming alcohol more often than people with a positive attitude influenced by culture and emotions. On the other hand gender variable is a confounding factor in this study. Keyword: habitual alcohol consumption, knowledge, attitudes, culture, students
ASUH CERDAS: Pemberdayaan Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak Optimal di Dusun 2 Desa Mekarwangi
Program pengabdian masyarakat “ASUH CERDAS” dilaksanakan di Dusun 2 Desa Mekarwangi sebagai respons terhadap tingginya risiko stunting dan rendahnya literasi gizi di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan keluarga agar mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, khususnya melalui edukasi tentang gizi seimbang dan sistem dukungan pemberian ASI. Dengan pendekatan partisipatif, program ini melibatkan tokoh masyarakat, kader posyandu, dan lembaga lokal sebagai mitra dalam memperkuat peran keluarga sebagai agen utama dalam pengasuhan anak. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan yang mencakup materi tentang gizi ibu hamil dan menyusui serta pentingnya support system dalam pemberian ASI eksklusif. Metode ceramah, pretest-posttest, dan demonstrasi masak digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil dan menyusui, dengan nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibanding pretest (p=0,004). Ini membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang interaktif dan berbasis kebutuhan lokal. Program ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang untuk membangun ketahanan keluarga dan kualitas hidup anak secara berkelanjutan. Kendala seperti kurangnya fasilitas untuk anak selama penyuluhan menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan. Secara keseluruhan, ASUH CERDAS menjadi model pemberdayaan keluarga yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa, sejalan dengan upaya nasional dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.Kata Kunci: Stunting, Literasi Gizi, Support System ASI, Pemberdayaan Keluarga
MENGEKSPLORASI PERAN PENDIDIKAN KULINER DALAM MENINGKATKAN LITERASI GIZI DAN PERILAKU MAKAN SEHAT PADA REMAJA : STUDI INTERVENSI BERBASIS SEKOLAH
Masa remaja adalah fase penting dengan perubahan kesehatan yang signifikan, sehingga asupan nutrisi yang memadai sangat penting untuk mendukung transisi menuju dewasa. Namun, rendahnya literasi gizi di kalangan remaja Indonesia menyebabkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan gizi, yang berdampak pada pola makan yang buruk. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperimental dengan dua kelompok (intervensi dan kontrol) untuk menilai dampak pendidikan kuliner terhadap literasi gizi dan perilaku makan sehat, dengan pendekatan Mixed-methods. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner literasi gizi NVS dan Food Frequency Questionnaire. Focus Group Discussion juga digunakan untuk memperdalam data kuantitatif yang didapatkan. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 60 orang (30 orang di kelompok intervensi dan 30 orang di kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi gizi dan perubahan pola makan pada kelompok intervensi setelah program kuliner. Konsumsi buah dan sayuran meningkat (+1,1 dan +0,9 porsi/hari), sedangkan konsumsi fast food dan minuman manis menurun (-0,6 porsi/minggu dan -1,2 porsi/hari). Uji paired t-test memperlihatkan perubahan signifikan dalam konsumsi buah, sayuran, fast food, dan minuman manis (p < 0,001). Focus Group Discussion mendukung hasil ini, dengan peserta melaporkan kesadaran gizi yang lebih tinggi dan peningkatan konsumsi buah serta sayuran. Namun, beberapa peserta menghadapi hambatan lingkungan seperti kebiasaan keluarga dan pengaruh teman. Penelitian ini membuktikan bahwa program pendidikan kuliner efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan mengubah perilaku makan remaja menjadi lebih sehat
INHALASI AROMATERAPI UAP AIR PANAS DENGAN MENGGUNAKAN MINYAK KAYU PUTIH UNTUK MENGELUARKAN DAHAK Tn.H DENGAN PPOK DIRUMAH SAKIT X PEMATANGSIANTAR
Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah kondisi kronis yang secara signifikan mengganggu kualitas hidup pasien, Penyakit ini ditandai oleh penyumbatan saluran napas yang progresif dan seringkali tidak pernah pulih. Metode: Penulisan menggunakan metode studi kasus yang didukung dengan Study Literature berdasarkan Evidence Based Practice yang berkaitan dengan penyakit PPOK. Hasil: Penulis menemukan bahwa intervensi terapi inhalasi aromaterapi uap air panas dengan menggunakan minyak kayu putih untuk mengeluarkan dahak pada pasien PPOK. Kesimpulan: Memberikan asuhan keperawatan pada pasien PPOK dengan mengimplementasikan terapi inhalasi aromaterapi uap air panas dengan menggunakan minyak kayu putih yang bertujuan untuk mengeluarkan dahak berhasil dilakukan
The Relationship between Gender, Smartphone Addiction, and Sleep Quality among High School Students at Adventist Schools in Jakarta
Smartphone addiction is one of the crucial problems that is happening among teenagers. This habit may lead to various problems such as lower sleep quality. Hence, this study aimed to investigate the relationship between smartphone addiction and sleep quality. This study applied quantitative analysis to investigate the correlation between gender, smartphone addiction, and sleep quality among 270 students in levels 10-12 from 8 Adventist High Schools in Jakarta. The study used simple random sampling technique. The study used the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the Smartphone Addiction Scale (SAS). Both descriptive and inferential analyses were performed using the SPSS statistical program. The hypotheses of the study were tested using Pearson correlation. The study found a correlation between high school students' sleep quality and smartphone addiction, as well as a higher rate of smartphone addiction among female students than male students. The study found that students' rates of smartphone addiction decreased with improved sleep quality. Addressing smartphone addiction and inadequate sleep is essential for raising high school students's academic achievement. KEYWORDS: Smartphone addiction, sleep quality, high school student
The Experience of Breast Cancer Patients Related to Diet and Eating Patterns after Diagnosis of Breast Cancer: A Descriptive Explorative Study
Breast cancer is the most frequently diagnosed malignant tumor among women in the world, especially in Indonesia. This is qualitative research with a descriptive exploratory approach that aims to explore the experiences of breast cancer patients related to their diet and eating patterns after being diagnosed with breast cancer. 15 participants in this study were selected using selected sampling. Research data were collected from December 2022 to January 2023. This study used semi-structured data analysis from Braun and Clarke. To ensure the rigor and trustworthiness of this study, the standards used by Korstjens and Moser were applied. There were three themes discovered covered in this study: (1) “Vegetarian is the main dietary choice” (2) “The desire to get better is the reason for a change in diet”, (3) “Prayer can increase a sense of optimism in life.” In conclusion, this study determined that most of the participants felt that a vegetarian diet can ensure better health and have reduced animal-based food, and increased their intake of plant-based food, especially fruits, and vegetables. Further study needs to be done to delve further into the impact of a vegetarian diet on breast cancer patients. Keywords: Dietary Therapy, Breast Cancer, Plant-Based Diet
Pengaruh Pola Makan Setelah Diagnosis Kanker Payudara (Sebuah Study Deskriptif pada Pasien Kanker Payudara)
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang paling sering didiagnosis pada wanita di dunia, khususnya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien kanker payudara terkait pola makan dan pola makan mereka setelah didiagnosis kanker payudara. Sebanyak 15 partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan selected sampling. Data penelitian dikumpulkan dari bulan Desember 2022 hingga Januari 2023. Penelitian ini menggunakan analisis data semi-terstruktur dari Braun dan Clarke. Untuk memastikan ketelitian dan kepercayaan dari penelitian ini, standar yang digunakan oleh Korstjens dan Moser diterapkan. Ada tiga tema yang ditemukan dalam penelitian ini: (1) "Vegetarian adalah pilihan pola makan utama" (2) "Keinginan untuk menjadi lebih baik adalah alasan perubahan pola makan", (3) "Doa dapat meningkatkan rasa optimisme dalam hidup." Kesimpulannya, penelitian ini menentukan bahwa sebagian besar partisipan merasa bahwa pola makan vegetarian dapat menjamin kesehatan yang lebih baik dan telah mengurangi makanan hewani, serta meningkatkan asupan makanan nabati, terutama buah-buahan dan sayuran. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut dampak diet vegetarian pada pasien kanker payudara.
Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Reseptivitas terhadap DBD (Demam Berdarah Dengue) di Wilayah Kerja Puskesmas Cijagra Lama Bandung Tahun 2023
DHF is an infectious disease that is still a public health problem in the world, including Indonesia. Every year more than 700 million people worldwide are infected with the Dengue Virus and more than 2,000,000 people die. Most cases are in Africa and several Asian countries, Latin America, the Middle East and several parts of Europe. In Southeast Asia, in 20021-2022 it was reported that the incidence of DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) was around 2,30-3,052,000 cases and deaths around 2,213-6,678 per year. Indonesia has a large number of dengue fever incidents (Dengue Hemorrhagic Fever) with the third highest position, with the number of confirmed cases of 229,819 reported cases and 432 deaths (WHO, 2020 in Ariati, et al, 2021). Problem Formulation The problem in this research is how environmental and behavioral factors relate to the receptivity of DBD (Dengue Hemorrhagic Fever) in the working area of the Cijagra Lama Bandung Public Health Center in 2023. The theoretical framework in this research is summarized based on a review of existing theories, specifically the type of this research is research observational using analytical methods with a cross sectional approach, namely measuring the dependent variable and independent variables simultaneously (Chandra, 2022) regarding the relationship between environmental and behavioral factors and receptivity to DBD (Dengue Hemorrhagic Fever). The population in this study were all 734 heads of families (KK) in 10 villages in the working area of the Cijagra Lama Bandung Community Health Center in 2023. From the results of research and analysis carried out regarding the relationship between environmental factors and behavioral factors with receptivity to DHF (Dengue Hemorrhagic Fever). ) in the working area of the Cijagra Lama Bandung Public Health Center in 2017, it can be concluded as follows: The majority of receptivity for DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) is 71.9% and the density of larvae is 2.31%. The majority of environmental factors are unfavorable at 57.3%. the behavior of the majority was not good as much as 68.5%. There was a relationship between environmental factors and receptivity for DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) (p = 0.000), There was a relationship between behavioral factors and receptivity for DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) (p = 0.000). Keywords Environmental factors, Behavior, Dengue receptivity
PENGGUNAAN TERAPI KOMPLEMENTER TERKAIT KUALITAS HIDUP SURVIVOR KANKER PAYUDARA STADIUM LANJUT
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh terapi komplementer terhadap kualitas hidup survivor pasien kanker payudara stadium lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah scoping review dimana penulis menggunakan empat database yaitu Google scholar, Pubmed, Proquest, dan Science direct dari tahun 2013 hingga 2021. Jenis penelitian yang dicari adalah yang menggunakan cross-sectional dan retrospective observational. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terapi komplementari alternatif sering digunakan oleh survivor kanker payudara adalah herbal, terapi spiritual, vitamin dan suplemen mineral, praktik manipulatif pikiran-tubuh dan olahraga. Meskipun ada lima artikel yang menyatakan bahwa tidak ada keterkaitan antara penggunaan CAM pada kualitas hidup survivor kanker payudara. Namun, tujuh artikel lainnya menyatakan bahwa ada pengaruh positif dari penggunaan CAM pada kualitas hidup survivor kanker payudara. Simpulan, koordinasi pengobatan komplementari alternatif dengan pengobatan kanker konvensional dan penerapan prosedur standar akan memastikan bahwa perawatan pasien dapat diberikan dengan standar kualitas yang maksimal, dengan standar informasi yang tertinggi dan dengan keamanan pengobatan yang maksimal. Kata Kunci: Kanker Payudara, Kualitas Hidup, Pengobatan Komplementari dan Alternatif