Ditemukan 64 karya tulis
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL: PASKA ORIF FRAKTUR FEMUR DEXTRA DENGAN INTERVENSI TERAPI MUSIK DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN
Fraktur femur adalah hilangnya kontinuitas tulang pada kondisi fraktur femur secara klinis bisa berupa fraktur femur terbuka yang disertai adanya kerusakan jaringan lunak (otot, kulit, jaringan saraf, dan pembuluh darah) dan fraktur femur yang tertutup dapat disebabkan oleh trauma langsung pada paha. Fraktur adalah patahnya tulang yang utuh yang diakibatkan oleh trauma langsung dan trauma tidak langsung seperti kecelakaan lalu lintas, olahraga, jatuh dari permukaan tinggi dan pukulan langsung. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk memperoleh gambaran yang nyata serta untuk mendapatkan pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan paska orif fraktur femur dextra berdasarkan ilmu keperawatan yang didapatkan selama menempuh pendidikan. Tujuan khusus adalah mampu melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, merencanakan tindakan keperawatan, melakukan asuhan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta mampu memberikan edukasi dan mengurangi nyeri klien paska orif fraktur femur dextra dengan memberikan terapi musik terhadap klien. Selama penulis memberikan asuhan keperawatan, Penulis mendapat kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien paska orif fraktur femur dextra adalah dengan memberikan promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya fraktur, merawat luka fraktur dan melibatkan keluarga klien dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang optimal. Kata kunci : Terapi relaksasi musik, asuhan keperawatan fraktur femur
IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK PADA ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.N DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA X KOTA MEDAN
Pendahuluan. Halusinasi pendengaran adalah kondisi dimana pasien mendengar suara, terutama suara-suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum penulisan karya tulis ini adalah mampu memberikan implementasi terapi musik pada asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran Metode. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah, studi literatur berdasarkan Evidan Base topic pembahasan, serta melakukan studi kasus pada pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit. Hasil Penelitian. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan, maka terdapat beberapa masalah keperawatan yang berhasil dilakukan, yaitu diaknosa keperawatan: Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan gangguan pendengaran, harga diri rendah berhubungan dengan perubahan peran sosial , ansietas berhubungan dengan krisis situasional. Pada masalah keperawatan halusinasi, setelah dilakukan terapi music, maka evaluasi yang di peroleh halusinasi berkurang. Kesimpulan. kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran adalah dengan mengimplementasikan terapi musik yang bertujuan untuk mengatasi masalah halusinasi pendengaran dan telah berhasil dilakukan.
Measuring patient safety culture using the hospital survey on patient safety culture pasca pandemic Covid-19
The patient safety system is a top priority that must be implemented by the hospital, this is very closely related to both the image of the hospital and patient safety. The current Covid-19 pandemic situation requires serious attention from the health service, in order to avoid transmission of respiratory diseases and other nosocomial infections, so that patient safety is a priority. The aim of this research is to determine the implementation of patient safety management carried out at Adventist Hospital. This study used a quantitative descriptive design, using a survey questionnaire from the Hospital Survey on the Hospital Survey of Patient Safety Culture (HSOPSC) from Healthcare Research and Quality (AHRQ). Which was carried out from November to December 2021, using the Cluster Random Sampling technique. This study gave positive results on aspects of the dimensions of hospital management support for patient safety in patient safety culture question items such as Hospital management actions showing that patient safety is a top priority, with a percentage of 81.7%, the lowest positive aspect is the patient safety aspect. dimensions of training and organizational learning on the question item: in contact with our colleagues, we improve our safety practices, with 0.8 % of respondents. Patient safety is currently an aspect that is of concern to almost every service provider, especially hospitals, with more and more hospital management conducting patient safety measurement processes using the HSOPSC survey, the patient safety aspect will increase.
SPIRITUAL LEADERSHIP MANAGEMENT AND NURSING SERVICE QUALITY
OBJECTIVE: Spiritual leadership may promote patient psychological well-being and work engagement. Quality of nursing care is the biggest factor in patient satisfaction. Spiritual leadership may improve healthcare quality, keep people happy, and achieve internal and external goals. This study examined how Spiritual Leadership Management affects nursing quality. METHODOLOGY: This study randomly selected 68 nurse leaders from Adventist Hospital used a mixed methods approach, which encompassed document analysis and in-depth interviews with seven informants (n=7 Heads of Departments and the Head of the Room). RESULTS: This study identified a statistically significant correlation between the quality of nursing services and the implementation of spiritual leadership management. It affected the quality of nursing services (p = 0.000), nursing leadership (0.01), spiritual leadership (0.00), and leadership factor (0.014) on Quality of Nursing Survive (p <0.05). The study found four topics that showed how spiritual leadership might improve the quality of nursing services: (1) What leaders do in organizations, (2) How spiritual leaders affect people, (3) What nurses do as leaders, and (4) How good nursing services are CONCLUSION: The outcome underscores the significance of the Spiritual Leadership Model in fostering compassionate behavior within medical services. Keywords: Spiritual, Leadership, Quality, Nursing, Service
TERAPI MUSIK UNTUK MENGATASI STRES DALAM ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN ENDOKRIN: DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN
Diabetes melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis paling umum di Indonesia. Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia dengan ciri-ciri meningkatnya frekuensi buang air kecil, rasa haus berlebihan, penurunan berat badan, pandangan yang kabur, keletihan, kelaparan, kulit menjadi bermasalah. Diabetes melitus dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, faktor genetik, berat badan, aktifitas fisik kurang, merokok, hipertensi dan stres. Penulian karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan keperawatan khususnya terapi musik terhadap gangguan endokrin pada pasien diabetes melitus tipe 2. Adapun tujuan khusus adalah melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, membuat rencana asuhan keperawatan, mengevaluasi tindakan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta menerapkan terapi musik dalam setiap melakukan tindakan. Pelaksanaan asuhan keperawatan pada karya tulis ini lebih berfokus mendalami tentang tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Saran yang diberikan Penulis adalah agar perawat meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 sehingga dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan dapat melakukannya dengan profesional dan hendaknya perawat dapat menerapkan Evidence Based Practice (EBP), sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stres menggunakan metode terapi musik.
TERAPI MUSIK UNTUK MENGATASI STRES DALAM ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN ENDOKRIN: DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN
ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis paling umum di Indonesia. Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia dengan ciri-ciri meningkatnya frekuensi buang air kecil, rasa haus berlebihan, penurunan berat badan, pandangan yang kabur, keletihan, kelaparan, kulit menjadi bermasalah. Diabetes melitus dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, faktor genetik, berat badan, aktifitas fisik kurang, merokok, hipertensi dan stres. Penulian karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan keperawatan khususnya terapi musik terhadap gangguan endokrin pada pasien diabetes melitus tipe 2. Adapun tujuan khusus adalah melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, membuat rencana asuhan keperawatan, mengevaluasi tindakan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta menerapkan terapi musik dalam setiap melakukan tindakan. Pelaksanaan asuhan keperawatan pada karya tulis ini lebih berfokus mendalami tentang tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Saran yang diberikan Penulis adalah agar perawat meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 sehingga dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan dapat melakukannya dengan profesional dan hendaknya perawat dapat menerapkan Evidence Based Practice (EBP), sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stres menggunakan metode terapi musik.
IMPLEMENTASI STANDAR PENDIDIKAN KEPERAWATAN DALAM PENINGKATAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN DI AKADEMI KEPERAWATAN SURYA NUSANTARА РЕМАTANGSIANTAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana implementasi standar pendidikan keperawatan dalam peningkatan mutu proses pembelajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara Pematangsiantar. Desain penelitian assosiatif, dengan jumlah sampel 98 responden, dan teknik yang digunakan pengambilan sampel Proportionate Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi standar 1 visi, misi, sasaran dan strategi pencapaian sebanyak 41,9%; standar 2 tata pamong, kepemimpinan, pengelolaan, dan penjaminan mutu sebanyak 58,1%; standar 3 mahasiswa dan lulusan sebanyak 90,9%; standar 4 sumber daya manusia 87,9%; standar 5 kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik sebanyak 89,4%; standar 6 pembiayaan, prasarana, serta sistem informasi sebanyak 89,9%, dan standar 7 penelitian, pengabdian masyarakat dan kerjasama sebanyak 27%. Faktor yang memiliki pengaruh yang dominan terhadap peningkatan mutu proses pengajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara, Pematangsiantar, berdasarkan nilai Standardized Coefficients, adalah standar mahasiswa dan lulusan, serta adanya hubungan antara standar pendidikan keperawatan dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada Akademi Keperawatan Surya Nusantara, Pematangsiantar, dengan hasil nilai Fhitung = 30,014 dan Signifikan F sebesar 0,000, dengan nilai Signifikan t pada standar (X₁) 0,000; (X2) 0,001; (X3) 0,000; (Х4) 0,000; (X3) 0,734; (X) 0,004; dan (X,) 0,016. Hasil analisis uji regresi linear ganda juga menunjukkan bahwa variabel faktor mempengaruhi yaitu variabel standar 1 dengan p value 0,013 (p-0,05), standar 2 dengan p value 0,016 (p<0,05), standar 3 dengan p value 0,018 (p<0,05), standar 4 dengan p value 0,017 (p<0,05), standar 6 dengan p value 0,037 (p-0,05) dan standar 7 dengan p value 0,017 (p<0,05) berpengaruh terhadap peningkatan proses pembelajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara Pematangsiantar. Saran kepada institusi agar memperhatikan pentingnya mengimplementasikan standar pendidikan keperawatan secara proposional hal ini akan berdampak terhadap adanya jaminan kualitas pendidikan khususnya mutu pembelajaran pada institusi tersebut. serta tersedianya satu departeman penjaminan mutu internal institusi untuk memonitoring kemajuan institusi begitu juga hal-hal yang dapat menghambat kemajuan institusi tersebut. Kata Kunci: Standar Pendidikan Keperawatan, Proses Pembelajaran
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Mencuci Tangan pada Masa Pandemi Covid-19
Covid-19 diperkirakan menyebar di antara orang-orang melalui percikan pernapasan yang dihasilkan pada saat batuk dan percikan dari seseorang yang sedang bersin serta didapat dari permukaan benda yang sudah terkontaminasi yang kemudian secara tidak sengaja menyentuh wajah seseorang. Kementerian Kesehatan melaporkan 56.385 kasus konfirmasi Covid-19 dengan 2.875 kasus meninggal (CFR 5.1%) yang tersebar di 34 provinsi. Kasus paling banyak terjadi pada usia 45-54 tahun. Salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19 adalah orang lanjut usia. Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar merupakan tempat para lansia hidup tanpa menggantungkan diri pada anak atau keluarganya, sehingga perlu bagi mereka untuk bisa memahami bagaimana cara pencegahan Covid-19. Salah satu cara pencegahan Covid-19 adalah dengan mencuci tangan. Tujuan penelitian ini, menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan pada masa pandemi Covid-19 di Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar. Rancangan penelitian ini adalah suatu studi One-Group Pretest-Posttest Design. Ini merupakan salah satu bentuk Pre-Experimental Design. Untuk melihat ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pada kelompok lansia menggunakan Uji T. Sampel penelitian ini adalah 30 orang lansia. Hasil pre-test mendapatkan nilai rata-rata 2.37 dengan standart deviasi 2.37 sedangkan hasil post-test mendapatkan nilai rata-rata 9.67 dengan standart deviasi 1.83. Berdasarkan uji SPSS yang telah dilakukan (P=0.000; α = 0.05) Ha (hipotesis alternative) diterima karena nilai p-value ≤ 0.005 sehingga Ho ditolak dengan α = 5% sehingga hipotesis alternative diterima. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan pada masa pandemi Covid-19 di Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar.
Konsep Dasar Praktek Keperawatan Profesional
Buku ini merupakan pilihan referensi yang tepat dan harus dimiliki terutama dalam melakukan praktik keperawatan profesional.
Keperawatan Jiwa
Kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan dan merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain. Permasalahan kesehatan jiwa telah menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di masyarakat, baik tingkat global maupun nasional, terlebih pada masa pandemi COVID-19, seperti yang dilansir oleh Kemenkes RI pada tanggal 07 Oktober 2021. Oleh karena itu perlu keterlibatan semua pihak dalam penanganannya, termasuk bidang keperawatan.
Keperawatan Sistem Pencernaan
Pemahaman tentang sistem pencernaan sangat penting dalam praktik keperawatan, mengingat banyaknya kasus klinis yang berkaitan dengan gangguan saluran cerna. Oleh karena itu, buku ini disusun secara sistematis mulai dari anatomi, fisiologi, peran mikrobiota usus, hingga keterkaitannya dengan asuhan keperawatan, guna memberikan landasan teoritis yang kuat dan aplikatif.
Keperawatan Maternitas: Post Natal Care
Permasalahan kesehatan pada ibu postnatal hingga hari ini masih cukup kompleks. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan kepada ibu postnatal tentunya harus memahami berbagai informasi tentang perubahan pada periode postnatal dan perawatannya. Pengetahuan dan pemahaman perawat sebagai dasar berpikir kritis dalam pengambilan keputusan akan berguna dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh ibu postnatal. Buku ini menghadirkan informasi-informasi penting seputar periode postnatal, perubahan dan perawatannya. Buku ini bersumber dari berbagai literatur yang terpercaya dan berguna untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam melakukan perawatan ibu postnatal.