Ditemukan 558 karya tulis
Improved Learning of the Healthy Living Community Movement During the Pandemic for Budi Cendekia Islamic School Students
Changes in disease patterns in Indonesia are often referred to as the epidemiological transition. In the 1990s the biggest cause of death and illness was infectious diseases. However, in the era of the last 10 years from 2010 to 2020 the biggest causes and causes of death and illness are non-communicable diseases. The increased risk of non-communicable diseases is due to the demographic transition. The Healthy Living Community Movement or commonly known as GERMAS is a movement initiated by the President of the Republic of Indonesia that prioritizes promotive and preventive efforts without compromising curative-rehabilitative efforts. This activity aims to raise public awareness, especially high school students, to be independent in doing GERMAS. Especially in disseminating information about the importance of implementing GERMAS during the Covid-19 pandemic. The activity is carried out using the seminar method, and was carried out by a team of 10 students, 1 lecturer and 1 health practitioner. The implementation time during this community service takes place which is 15 to 20 minutes for each topic with a presentation. After carrying out a series of activities, the committee provides an evaluation link that can be filled in by the participants. The results of the research show that the success rate is above 51% and shows that this community service will affect the target in carrying out GERMAS even though this activity is carried out virtually using the zoom meeting application. The activity in the next future needs to be improved again in the delivery of material and in answering the material in a language that is easily understood by high school students.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Batu Panjang Rupat
Kualitas kesehatan suatu wilayah dikatakan baik apabila dilihat dari kesadaran masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Rendahnya kesadaran masyarakat kelurahan Batu Panjang terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di tengah kondisi air yang belum layak merupakan permasalah yang perlu dibenahi. Dibutuhkan edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Pengabdian KUKERTA Integrasi Batu Panjang UNRI bertujuan untuk menanamkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih melalui kegiatan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan berupa ceramah dan praktik PHBS di tingkat rumah tangga dan institusi pendidikan. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat dan siswa telah memahami dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
APPLICATION OF TEAM GAMES TOURNAMENTS TO INTEREST IN LEARNING MIDDLE SCHOOL STUDENTS
In the era of globalization, juvenile delinquency is increasing. One reason is the low awareness of religion. Teachers as educators can suppress juvenile delinquency by increasing students' interest to learn PAI (Islamic Religious Education). In school learning activities, educators can choose a variety of methods, one of which is the TGT (Team Games Tournament). This study aims to determine a significant increase between students' learning interest that is applied and that is not applied to the TGT learning model for class IX SMPN 2 Cipanas. This research method is a quasi-experimental design and pre-test and post-test groups. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The results of the data show t_count = 3.824 and t_table = 2.042 with a significance of 0.000 <0.005 which is the result of the t-test. the conclusion of the results of the hypothesis test is accepted "There is an effect of implementing team games tournaments on student learning interest in PAI class IX at SMP Negeri 2 Cipanas Keywords: team games tournament; interest to learn; Islamic education
Pembuatan Rumah Kreatif Dan Aplikasi Guna Meningkatkan Mutu Belajar Anak Di Desa Kedungringin Banyuwangi
Jenjang pendidikan bagi anak-anak di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi masih sangat rendah, rata-rata hanya sampai tingkat dasar dan tidak lulus. Kendala ini dikarenakan faktor ekonomi dan minat anak-anak yang kurang, bahkan beberapa dari mereka tidak melanjutkan tingkat sekolah atas dengan alasan mereka ingin menikah. Tujuan pengabdian dengan pembuatan rumah kreatif dan aplikasi adalah untuk mewadahi kegiatan kreativitas anak usia dini dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pengajaran dengan metode ceramah, pemberian kuis, serta interaksi yang bertujuan membuat anak-anak merasa nyaman dan tertarik untuk belajar. Pemerintah Desa Kedungringin juga dilibatkan sebagai mitra dan lembaga birokrasi yang membantu menyediakan prasarana berupa tempat untuk kegiatan belajar mengajar. Hasil program pengabdian ini diperoleh bahwa anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar merasa senang dan nyaman ketika belajar bersama. Indikator keberhasilan sekaligus harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan meningkatnya antusias dan kepedulian anak-anak di sekitar lingkungan Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar terhadap pendidikan. Kata Kunci: Pendidikan, Anak-anak, Rumah Kreatif, Aplikasi Belajar.
Improving English Speaking Skills Using Role Play for Nursing Students
Speaking is conveying messages, feelings, ideas and thoughts about a certain matter which requires skills in expressing them orally so that the meaning of the conversation can be conveyed well from the speaker to the listener. This study primarily intended to answer the following questions: how effective is Role Play in improving students' speaking skills? and how do students respond to the application of Role Play in improving students' speaking skills? The subjects of this research were nursing students in Surya Nusantara Adventist College collegiate year of 2023/2024. This research is field research with a quantitative approach using a questionnaire, and the data is analysed using a Likert Scale. The result showed that most student agreed that the Role-Playing approach improved their communication skills; while fewer students were neutral.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMPN 1 ARJASA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) MATERI ARITMATIKA SOSIAL BERDASARKAN GENDER
Berpikir Tingkat Tinggi, Soal HOTS, Aritmatika Sosial, Gender Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki siswa. Padahal kemampuan berpikir tingkat tinggi memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematika. Agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang baik, maka siswa harus terbiasa untuk melatih dirinya untuk menyelesaikan permasalahan yang dianggapnya sulit. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa laki-laki dalam menyelesaikan soal higher order thinking skills (HOTS) materi Aritmatika Sosial, 2) mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa perempuan dalam menyelesaikan soal higher order thinking skills (HOTS) materi Aritmatika Sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan di kelas VIIF yang berjumlah 32 siswa di SMP Negeri 1 Arjasa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 6 subjek dengan 3 subjek laki-laki dan 3 subjek perempuan yang mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Untuk keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Siswa laiki-laki tidak mampu mencapai semua indikator dari berpikir tingkat tinggi. Siswa laki-laki mampu memenuhi indikator menganalisis tetapi jawaban yang diperoleh kurang tepat. Kemudian untuk indikator mengevaluasi siswa laki-laki mampu memenuhinya. Dan untuk indikator mencipta siswa laki-laki mampu memenuhi dan terdapat satu subjek yang tidak mampu memenuhi indikator mencipta. 2) Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa perempuan pada penelitian ini yaitu siswa mampu memenuhi semua indikator berpikir tingkat tinggi dan terdapat beberapa siswa yang hanya mampu memenuhi indikator dari berpikir tingkat tinggi yaitu indikator menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Namun, walaupun hanya sebagian siswa yang mampu memenuhi semua indikator berpikir tingkat tinggi, tetapi subjek perempuan terlihat lebih baik daripada subjek laki-laki dalam memecahkan permasalahan matematika.
IBM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SDN 5 KARANGSARI BANYUWANGI
The outbreak of the Covid-19 pandemic has impacted the public sector with various problems and crises, including the education sector. The government through the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud) finally implemented a learning from home (LFH) policy and the implementation of an independent learning curriculum (Kurikulum Merdeka Belajar). The independent learning curriculum was created as an answer to many complaints about Indonesian education system. The independent learning curriculum has a concept in building a national education system and returns to the essence of the law by giving freedom to the academic community starting from teachers as the driving force of national education. The purpose of this service activity is to assist teachers in understanding the nature of Kurikulum Merdeka Belajar and to create learning media that are relevant to the curriculum by maximizing the use of information and communication technology used in everyday life. The method used in this service is the implementation of free learning curriculum workshops and training on the creation of technology-based innovative learning media. As a result of this service, teachers are able to create interesting learning media and then used inteaching and learning process.
Pembuatan Rumah Kreatif Dan Aplikasi Guna Meningkatkan Mutu Belajar Anak Di Desa Kedungringin Banyuwangi
Jenjang pendidikan bagi anak-anak di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi masih sangat rendah, rata-rata hanya sampai tingkat dasar dan tidak lulus. Kendala ini dikarenakan faktor ekonomi dan minat anak-anak yang kurang, bahkan beberapa dari mereka tidak melanjutkan tingkat sekolah atas dengan alasan mereka ingin menikah. Tujuan pengabdian dengan pembuatan rumah kreatif dan aplikasi adalah untuk mewadahi kegiatan kreativitas anak usia dini dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pengajaran dengan metode ceramah, pemberian kuis, serta interaksi yang bertujuan membuat anak-anak merasa nyaman dan tertarik untuk belajar. Pemerintah Desa Kedungringin juga dilibatkan sebagai mitra dan lembaga birokrasi yang membantu menyediakan prasarana berupa tempat untuk kegiatan belajar mengajar. Hasil program pengabdian ini diperoleh bahwa anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar merasa senang dan nyaman ketika belajar bersama. Indikator keberhasilan sekaligus harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan meningkatnya antusias dan kepedulian anak-anak di sekitar lingkungan Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar terhadap pendidikan.
Hakikat, Prinsip Dan Landasan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam
This study aims to examine the essence, basic principles, and foundations of developing the Islamic Religious Education (PAI) curriculum within the context of contemporary education. The development of the PAI curriculum plays a crucial role in shaping students who possess strong faith, good morals, and the ability to face the challenges of the time without abandoning Islamic values. From a theoretical perspective, this research is based on the assumption that the PAI curriculum not only focuses on conveying religious knowledge but also on the internalization of spiritual and moral values throughout the entire learning process. The method employed is qualitative research with a library research approach, through the analysis of various academic literature sources, textbooks, and relevant national education regulations. The findings reveal that the essence of PAI curriculum development lies in the effort to integrate divine values with the social and contextual needs of students. Its principles emphasize a balance between aspects of faith, worship, and morality, as well as its relevance to advances in science and technology. The foundations of curriculum development encompass philosophical, psychological, sociological, and theological aspects that are interconnected in determining the direction and objectives of Islamic education. These findings imply the need for a curriculum design that can adapt to social changes without disregarding transcendental Islamic values. This study recommends that future research adopt an empirical approach involving education practitioners to evaluate the effectiveness of implementing these principles in the real world, thereby making PAI curriculum development more contextual, innovative, and effective in holistically shaping students' character.
APPLICATION OF TEAM GAMES TOURNAMENTS TO INTEREST IN LEARNING MIDDLE SCHOOL STUDENTS
In the era of globalization, juvenile delinquency is increasing. One reason is the low awareness of religion. Teachers as educators can suppress juvenile delinquency by increasing students' interest to learn PAI (Islamic Religious Education). In school learning activities, educators can choose a variety of methods, one of which is the TGT (Team Games Tournament). This study aims to determine a significant increase between students' learning interest that is applied and that is not applied to the TGT learning model for class IX SMPN 2 Cipanas. This research method is a quasi-experimental design and pre-test and post-test groups. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The results of the data show t_count = 3.824 and t_table = 2.042 with a significance of 0.000 <0.005 which is the result of the t-test. the conclusion of the results of the hypothesis test is accepted "There is an effect of implementing team games tournaments on student learning interest in PAI class IX at SMP Negeri 2 Cipanas Keywords: team games tournament; interest to learn; Islamic education
Welcome To English II Reading Comprehension
The document provides tips to improve college reading comprehension skills. It notes that many college students struggle with assignments because they lack reading skills like summarizing and making inferences. The document then lists 10 active reading strategies for students to use, such as finding a good reading space, previewing texts, taking notes on main ideas, writing questions, looking up unfamiliar words, making connections, and discussing what was read. Using these strategies can help bolster reading comprehension and ensure students get the most from their assignments.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL: PASKA ORIF FRAKTUR FEMUR DEXTRA DENGAN INTERVENSI TERAPI MUSIK DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN
Fraktur femur adalah hilangnya kontinuitas tulang pada kondisi fraktur femur secara klinis bisa berupa fraktur femur terbuka yang disertai adanya kerusakan jaringan lunak (otot, kulit, jaringan saraf, dan pembuluh darah) dan fraktur femur yang tertutup dapat disebabkan oleh trauma langsung pada paha. Fraktur adalah patahnya tulang yang utuh yang diakibatkan oleh trauma langsung dan trauma tidak langsung seperti kecelakaan lalu lintas, olahraga, jatuh dari permukaan tinggi dan pukulan langsung. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk memperoleh gambaran yang nyata serta untuk mendapatkan pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan paska orif fraktur femur dextra berdasarkan ilmu keperawatan yang didapatkan selama menempuh pendidikan. Tujuan khusus adalah mampu melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, merencanakan tindakan keperawatan, melakukan asuhan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta mampu memberikan edukasi dan mengurangi nyeri klien paska orif fraktur femur dextra dengan memberikan terapi musik terhadap klien. Selama penulis memberikan asuhan keperawatan, Penulis mendapat kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien paska orif fraktur femur dextra adalah dengan memberikan promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya fraktur, merawat luka fraktur dan melibatkan keluarga klien dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang optimal. Kata kunci : Terapi relaksasi musik, asuhan keperawatan fraktur femur