Ditemukan 558 karya tulis
Efektifitas Bladder Training Terhadap Kemampuan Mengontrol Eliminasi Urine Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesare di RSU Advent Tahun 2019
Pendahuluan. Secsio sesarea dengan anestesi spinal dapat menimbulkan resiko inkontinensia urine. Untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine pada ibu post seksio sesarea dapat dicegah dengan melakukan intervensi bladder Training yang dimulai 8 jam setelah operasi. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain Quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui “efektifitas bladder training terhadap kemampuan mengontrol eliminasi urine pada pasien post seksio sesarea di RSU Advent Tahun 2019”. Populasi dalan penelitian ini adalah seluruh pasien post seksio sesarea dengan anestesi spinal dari bulan Mei sampai bulan Juni 2019 yang berjumlah 74 orang. Pengambilan sampel dengan teknik Simple Random Sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 26 orang yang dibagi atas 2 kelompok yaitu 13 kelompok kontrol dan 13 kelompok intervensi. Data dianalisa dengan uji statistic chi-square pada α 0,05. \ Hasil. Hasil penelitian dengan chi- square didapatkan p = 0,018 yang berarti ada perbedaan yang signifikan kemampuan mengontrol eliminasi urine antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi setelah dilakukan tindakan bladder training. Kesimpulan. Hasil penelitian ini menyarankan bladder training dilakukan mulai 8 jam post seksio dan efektif untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine pada ibu post seksio sesarea, sehingga sangat disarankan kepada pelayanan keperawatan maternitas dapat menerapkan intervensi ini.
IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK PADA ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.N DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA X KOTA MEDAN
Pendahuluan. Halusinasi pendengaran adalah kondisi dimana pasien mendengar suara, terutama suara-suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum penulisan karya tulis ini adalah mampu memberikan implementasi terapi musik pada asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran Metode. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah, studi literatur berdasarkan Evidan Base topic pembahasan, serta melakukan studi kasus pada pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit. Hasil Penelitian. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan, maka terdapat beberapa masalah keperawatan yang berhasil dilakukan, yaitu diaknosa keperawatan: Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan gangguan pendengaran, harga diri rendah berhubungan dengan perubahan peran sosial , ansietas berhubungan dengan krisis situasional. Pada masalah keperawatan halusinasi, setelah dilakukan terapi music, maka evaluasi yang di peroleh halusinasi berkurang. Kesimpulan. kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran adalah dengan mengimplementasikan terapi musik yang bertujuan untuk mengatasi masalah halusinasi pendengaran dan telah berhasil dilakukan.
Measuring patient safety culture using the hospital survey on patient safety culture pasca pandemic Covid-19
The patient safety system is a top priority that must be implemented by the hospital, this is very closely related to both the image of the hospital and patient safety. The current Covid-19 pandemic situation requires serious attention from the health service, in order to avoid transmission of respiratory diseases and other nosocomial infections, so that patient safety is a priority. The aim of this research is to determine the implementation of patient safety management carried out at Adventist Hospital. This study used a quantitative descriptive design, using a survey questionnaire from the Hospital Survey on the Hospital Survey of Patient Safety Culture (HSOPSC) from Healthcare Research and Quality (AHRQ). Which was carried out from November to December 2021, using the Cluster Random Sampling technique. This study gave positive results on aspects of the dimensions of hospital management support for patient safety in patient safety culture question items such as Hospital management actions showing that patient safety is a top priority, with a percentage of 81.7%, the lowest positive aspect is the patient safety aspect. dimensions of training and organizational learning on the question item: in contact with our colleagues, we improve our safety practices, with 0.8 % of respondents. Patient safety is currently an aspect that is of concern to almost every service provider, especially hospitals, with more and more hospital management conducting patient safety measurement processes using the HSOPSC survey, the patient safety aspect will increase.
PKM: Teknik Relaksasi Dalam Kegiatan Terapi Aktifitas Kelompok Bagi Penderita Nafza Serta Konseling Spiritual Di Pusat Rehabilitasi Rindung Pematangsiantar Sumatera Utara
Narkoba merupakan salah satu musuh yang harus di tanggulangi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dampak narkoba sangat merugikan bagi generasi muda Indonesia, pengedaran narkoba sudah sangat mengurita mulai dari kota-kota besar sampai ke pedesaan, pusat-pusat rehabilitasi telah banyak didirikan untuk membantu para korban narkoba yang hendak keluar dari kebiasaan menggunakan narkoba, salah satu bentuk pendekatan yang dilakukan untuk melepaskan belenggu keterikatan para korban terhadap narkoba ialah melalui pendekatan Therapi Komplementer dan Spiritual. Tujuan pegabdian masyarakat ini membantu memberikan pelatihan Teknik relaksasi outogenik yang akan diajarkan kepada para regimen yang sedang melakukan rehabilitasi, serta memaksimalkan pendekatan spiritual melalui cara konseling kerohanian serta di doakan. Metode yang dilakukan adalah pendampingan relaksasi dalam Terapi Aktifitas Kelompok di bidang relaksasi serta bimbingan kerohaniaan. Kesimpulan yang didapatkan, dalam kegiatan Relaksasi Authogenik dan konseling spiritual ini sangat membantu para pengguna narkoba dalam memenangkan pikiran serta mengurangi kecendrungan menggunakan narkoba. Keyword: Relaksasi Autogenik, Narkoba, Spiritual
SPIRITUAL LEADERSHIP MANAGEMENT AND NURSING SERVICE QUALITY
OBJECTIVE: Spiritual leadership may promote patient psychological well-being and work engagement. Quality of nursing care is the biggest factor in patient satisfaction. Spiritual leadership may improve healthcare quality, keep people happy, and achieve internal and external goals. This study examined how Spiritual Leadership Management affects nursing quality. METHODOLOGY: This study randomly selected 68 nurse leaders from Adventist Hospital used a mixed methods approach, which encompassed document analysis and in-depth interviews with seven informants (n=7 Heads of Departments and the Head of the Room). RESULTS: This study identified a statistically significant correlation between the quality of nursing services and the implementation of spiritual leadership management. It affected the quality of nursing services (p = 0.000), nursing leadership (0.01), spiritual leadership (0.00), and leadership factor (0.014) on Quality of Nursing Survive (p <0.05). The study found four topics that showed how spiritual leadership might improve the quality of nursing services: (1) What leaders do in organizations, (2) How spiritual leaders affect people, (3) What nurses do as leaders, and (4) How good nursing services are CONCLUSION: The outcome underscores the significance of the Spiritual Leadership Model in fostering compassionate behavior within medical services. Keywords: Spiritual, Leadership, Quality, Nursing, Service
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN HEMODIALISIS DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN
Hemodialisis adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi sampah buangan. Hemodialisis adalah pengeluaran zat sisa metabolisme seperti ureum dan zat beracun lainnya, dengan mengeluarkan darah lewat alat dialiser yang berisi membrane yang selektif permeabel dimana melalui membran tersebut fusi zat-zat yang tidak dikehendaki terjadi. Hemodialisis dilakukan pada keadaaan gagal ginjal dan beberapa bentuk keracuFenomena yang terjadi pada pasien yang mengalami pengobatan atau terapi rutin hemodialisis, sebagian besar pasien merasakan cemas karena proses dialisis yang cukup panjang dan lama, sehingga pasien memerlukan mekanisme penyelesaian masalah atau koping yang efektif untuk dapat mengurangi atau mengatasi cemas. Koping yang positif dapat dilihat dari tingkat pengetahuan seseorang semakin tinggi tingkat pengetahuan maka akan semakin cepat beradaptasi dan tanggap terhadap kondisi kesehatan yang dialami. Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan desain penelitian adalah cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan mekanisme koping pada pasien yang menjalani hemodialisa.Populasi penelitian adalah seluruh penderita gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa sebanyak 285 orang dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang. dengan tehnik purposivesampling. Untuk mendapatkan hasil penelitian maka peneliti membagikan kuesioner kepada responden.
PENGARUH WORKLOAD DAN JOB INSECURITY TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN WORK LIFE BALANCE SEBAGAI MEDIASI (STUDI KASUS PADA PT X)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh workload dan job insecurity terhadap turnover intention dengan work life balance sebagai mediasi pada karyawan PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 100 orang karyawan PT X sebagai sampel. Penelitian menggunakan Structural Equation Model (SEM) dan proses analisis data menggunakan aplikasi SmartPLS 24.0 sebagai alat pengukurannya. Hasil dari pengujian diperoleh (1) terdapat pengaruh antara workload terhadap turnover intention, (2) terdapat pengaruh antara job insecurity terhadap turnover intention, (3) terdapat pengaruh antara work life balance terhadap turnover intention, (4) terdapat pengaruh antara workload terhadap turnover intention dengan work life balance sebagai mediasi, (5) terdapat pengaruh antara jobinsecurity terhadap turnover intention dengan work life balance sebagai mediasi. Kata Kunci: Workload; job insecurity; work life balance; turnover intention
Sosialisasi Keselamatan Terhadap Sukarelawan Penjaga Pintu Perlintasan Sebidang Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Wilayah Daerah Operasi Vii Madiun
Sarana Transportasi kereta api sebagai alat transportasi massal untuk penumpang maupun barang tentunya sangat diutamakan keamanan, kenyamanan dan keselamatan dalam perjalanannya. Keterlibatan masyarakat dalam mengabdikan diri menjadi sukarelawan penjaga palang pintu di perlintasan KA memberikan kontribusi besar bagi pelayanan perjalanan kereta api agar kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api dapat diminimalisir. Model yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi yang di dalamnya juga melakukan wawancara terkait pelaksanaan tugas sebagai penjaga pintu perlintasan sebidang kereta api. Kegiatan ini didasari karena kondisi perlintasan sebidang resmi yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah namun tidak mendapatkan perhatian dengan baik. Beberapa perlintasan sebidang resmi tanpa palang pintu yang berada di kabupaten Madiun dan Magetan masih didapatkan perlengkapan early warning system (EWS) yang mati serta rambu dan marka yang tidak lengkap. Sukarelawan penjaga pintu perlintasan tidak memiliki kecakapan penjaga perlintasan kereta api yang dipersyaratkan di PM Nomor 19 Tahun 2011. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar tentang keselamatan perkeretaapian bagi sukarelawan penjaga pintu perlintasan untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang aman dan selamat. Melalui kegiatan ini juga direkomendasikan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan perlintasan sebidang yang belum dilengkapi dengan palang pintu. Keywords: sosialisasi, sukarelawan, kreta api
Implementasi Kepemimpinan Kristen dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Dikelola Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Peranan pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia suatu bangsa. Keterbelakangan pendidikan suatu negara merupakan suatu hambatan serius dalam meningkatkan kesejahteraan suatu bangsa. Dalam mencerdaskan anak bangsa, peran swasta dibutuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan. Peran swasta dalam hal ini pendidikan yang dikelola oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, khususnya Wilayah Sumatera Utara, telah berkontribusi dalam menyelenggarakan pendidikan, namun belum secara maksimal dalam memberikan standar pendidikan yang berkualitas, hal ini dapat dilihat dengan melihat indikator, sarana prasarana yang kurang memadai, status akreditasi belum maksimal, serta belum menjadi pilihan utama peserta didik, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Hal ini menjadi salah satu perhatian yang serius bagi pengelola institusi pendidikan di bawah Yayasan Pendidikan Advent. Dalam hal ini, Gereja memiliki peranan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui peran pemimpin yang Kristiani. Pemimpin yang Kristiani dipastikan akan dapat meningkatkan mutu pendidikan suatu Institusi khususnya yang dikelola oleh Gereja. Kata kunci: Kepemimpinan Kristen; mutu; pendidikan; gereja masehi advent hari ketujuh
Strategi Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kinerja Puskesmas di Era New Normal
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemberdayaan sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja puskesmas di era new normal. Rumusan masalah bagaimanakah strategi pemberdayaan sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja puskesmas di era new normal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti mendapatkan hasil strategi pemberdayaan sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja Puskesmas Tabanan III dilakukan dengan digital talent, pelatihan secara online/ daring, uji kompetensi SDMK, melakukan kerjasama dengan berbagai sektor, pemberdayaan masyarakat, promosi kesehatan, pemberian insentif finansial dan non-finansial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai strategi yang digunakan puskesmas untuk meningkatkan kinerjanya di era new normal.
DIAGNOSA ROUND PNEUMONIA MENGGUNAKAN RADIOGRAPHIC CHEST X-RAY PROYEKSI AP DAN LATERAL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM BERASTAGI TAHUN 2022
Round pneumonia adalah sebuah istilah yang mengacu pada bulat atau oval kepadatan pada rontgen dada. Round pneumonia biasanya terjadi pada anak-anak sedangkan pada orang dewasa kasus ini sangat jarang terjadi. Pasien dengan round pneumonia ditandai dengan gejala demam dan batuk. Radiographic chest x-ray adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kondisi lesi thorax pasien. Proyeksi yang digunakan adalah proyeksi antero-posterior dan lateral ini bertujuan untuk melihat secara keseluruhan kelainan yang terjadi pada thorax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menyebabkan round pneumonia ini bisa terjadi pada orang dewasa padahal persentase tertinggi yang sering mengidap penyakit ini adalah anak-anak. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan mengambil data pasien dan dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien berumur 60 tahun mengalami round pneumonia dimana tampak konsolidasi opak homogen di daerah medial paru kiri. Kata Kunci : Round Pneumonia, Chest X-Ray, Proyeksi
PENGARUH BEBAN KERJA DAN KEJENUHAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. MODERN INDUSTRIAL ESTATE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan, untuk mengetahui pengaruh kejenuhan kerja terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui pengaruh secara simultan (bersama-sama) beban kerja dan kejenuhan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Modern Industrial Estate. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional. Peneliti menggunakan sempel jenuh dengan mengambil 100% jumlah populasi yang ada pada PT. Modern Industrial Estate yaitu sebanyak 72 orang responden untuk dijadikan sampel. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa secara parsial beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan serta secara parsial kejenuhan kerja juga berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan secara simultan beban kerja dan kejenuhan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.