Ditemukan 558 karya tulis
Peminjaman Inkubator Gratis Bagi Bayi Prematur
The United Nations (UN) in 2010 report entitled “Born Too Soon, The Global Action Report on Preterm Birth” placed Indonesia in fifth place as the country with the highest number of premature babies in the world. This was supported by data from the Central Bureau of Statistics in 2016, saying the infant mortality rate (IMR) reached 25 deaths per 1,000 babies born. The implementation of the community service (PKM) is through a strategic approach to the community in the form of promoting free incubator lending to families with premature babies. The approach is carried out directly (direct approach) by using effective communication to health workers, as well as to urban villages around the work area. With the free incubator, many parents who have LBW babies feel helped and are very grateful, the incubator lending process that has been loaned to parents ranges from 1 to 2 months, but there are also families who borrow more than 3 months. This is because the baby's condition is difficult to develop. With the availability of free portable incubator loans carried out by the Surya Nusantara Nursing Academy Free Incubator Volunteers, in collaboration with the Indonesian Premature Baby Foundation, the people of Pematansgiantar and its surroundings feel helped, and are very grateful, not only that the babies who feel comfortable being in the incubator but also the parents also who feel happy, and they do not worry about the development of their baby. They also do not need to experience stress in connection with funding for the care of premature babies, because the incubator and blue light phototherapy equipment is lent out for free without being charged a penny.
IMPLEMENTASI STANDAR PENDIDIKAN KEPERAWATAN DALAM PENINGKATAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN DI AKADEMI KEPERAWATAN SURYA NUSANTARА РЕМАTANGSIANTAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana implementasi standar pendidikan keperawatan dalam peningkatan mutu proses pembelajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara Pematangsiantar. Desain penelitian assosiatif, dengan jumlah sampel 98 responden, dan teknik yang digunakan pengambilan sampel Proportionate Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi standar 1 visi, misi, sasaran dan strategi pencapaian sebanyak 41,9%; standar 2 tata pamong, kepemimpinan, pengelolaan, dan penjaminan mutu sebanyak 58,1%; standar 3 mahasiswa dan lulusan sebanyak 90,9%; standar 4 sumber daya manusia 87,9%; standar 5 kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik sebanyak 89,4%; standar 6 pembiayaan, prasarana, serta sistem informasi sebanyak 89,9%, dan standar 7 penelitian, pengabdian masyarakat dan kerjasama sebanyak 27%. Faktor yang memiliki pengaruh yang dominan terhadap peningkatan mutu proses pengajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara, Pematangsiantar, berdasarkan nilai Standardized Coefficients, adalah standar mahasiswa dan lulusan, serta adanya hubungan antara standar pendidikan keperawatan dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada Akademi Keperawatan Surya Nusantara, Pematangsiantar, dengan hasil nilai Fhitung = 30,014 dan Signifikan F sebesar 0,000, dengan nilai Signifikan t pada standar (X₁) 0,000; (X2) 0,001; (X3) 0,000; (Х4) 0,000; (X3) 0,734; (X) 0,004; dan (X,) 0,016. Hasil analisis uji regresi linear ganda juga menunjukkan bahwa variabel faktor mempengaruhi yaitu variabel standar 1 dengan p value 0,013 (p-0,05), standar 2 dengan p value 0,016 (p<0,05), standar 3 dengan p value 0,018 (p<0,05), standar 4 dengan p value 0,017 (p<0,05), standar 6 dengan p value 0,037 (p-0,05) dan standar 7 dengan p value 0,017 (p<0,05) berpengaruh terhadap peningkatan proses pembelajaran di Akademi Keperawatan Surya Nusantara Pematangsiantar. Saran kepada institusi agar memperhatikan pentingnya mengimplementasikan standar pendidikan keperawatan secara proposional hal ini akan berdampak terhadap adanya jaminan kualitas pendidikan khususnya mutu pembelajaran pada institusi tersebut. serta tersedianya satu departeman penjaminan mutu internal institusi untuk memonitoring kemajuan institusi begitu juga hal-hal yang dapat menghambat kemajuan institusi tersebut. Kata Kunci: Standar Pendidikan Keperawatan, Proses Pembelajaran
Effect of Autogenic Relaxation on Blood Pressure Reduction in Elderly Patients with Hypertension
Hypertension is still one of the major health problems in public health in developed countries. Hypertension can be treated with pharmacological and nonpharmacological treatments. One of nonpharmacology treatment is autogenic relaxation to hypertension blood pressure. Objective to determine whether autogenic relaxation can reduce hypertension blood pressure. This was a pre-experimental study with pre and post design, The population of all elderly with hypertension, the ware 10 elderly purposive sampling. Autogenic relaxation techniques are carried out using guidelines for relaxation techniques performed by nurses who have the ability to do relaxation techniques. Independent t-test ware used for data analysis. The result of the analysis showed that there was a change of mean pressure between before and after autogenic relaxation therapy with significant systole value at p - value = 0,00 (α <0,05) and diastol significant value at p - value = 0,00 ( α <0.05) so that there is an autogenic relaxation effect on the decrease in blood pressure in the elderly patients with hypertension. Seeing the results of this study then this autogenic relaxation therapy can be used as an alternative therapy in treating blood pressure problems in elderly or parents in addition to treatment therapy.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Mencuci Tangan pada Masa Pandemi Covid-19
Covid-19 diperkirakan menyebar di antara orang-orang melalui percikan pernapasan yang dihasilkan pada saat batuk dan percikan dari seseorang yang sedang bersin serta didapat dari permukaan benda yang sudah terkontaminasi yang kemudian secara tidak sengaja menyentuh wajah seseorang. Kementerian Kesehatan melaporkan 56.385 kasus konfirmasi Covid-19 dengan 2.875 kasus meninggal (CFR 5.1%) yang tersebar di 34 provinsi. Kasus paling banyak terjadi pada usia 45-54 tahun. Salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19 adalah orang lanjut usia. Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar merupakan tempat para lansia hidup tanpa menggantungkan diri pada anak atau keluarganya, sehingga perlu bagi mereka untuk bisa memahami bagaimana cara pencegahan Covid-19. Salah satu cara pencegahan Covid-19 adalah dengan mencuci tangan. Tujuan penelitian ini, menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan pada masa pandemi Covid-19 di Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar. Rancangan penelitian ini adalah suatu studi One-Group Pretest-Posttest Design. Ini merupakan salah satu bentuk Pre-Experimental Design. Untuk melihat ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pada kelompok lansia menggunakan Uji T. Sampel penelitian ini adalah 30 orang lansia. Hasil pre-test mendapatkan nilai rata-rata 2.37 dengan standart deviasi 2.37 sedangkan hasil post-test mendapatkan nilai rata-rata 9.67 dengan standart deviasi 1.83. Berdasarkan uji SPSS yang telah dilakukan (P=0.000; α = 0.05) Ha (hipotesis alternative) diterima karena nilai p-value ≤ 0.005 sehingga Ho ditolak dengan α = 5% sehingga hipotesis alternative diterima. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan pada masa pandemi Covid-19 di Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar.
Pelatihan Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa di Kecamatan Siantar Martoba Kelurahan Pondok Sayur
Pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk dapat membantu dalam mensukseskan upaya peningkatan kesehatan masyarakat desa, melalui kegiatan pelatihan kesehatan kepada para masyarakat yang dilakukan, maka akan terbentuknya suatu kebiasaan hidup sehat dikalangan masyarakat.Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu para masyarakat agar dapat lebih meningkatkan status kesehatan mereka, melalui pola hidup sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendekatan secara langsung (direct approach) melalui ceramah dan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan pegabdian masyarakat ini, masyarakat memperoleh informasi mengenai upayah pencegahan serta mempertahankan kesehatannya. Sehingga mereka dapat menjaga kesehatan dan hal ini menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat dalam mempertahankan kesehatan.
Pajak Sumut Dua Gandeng STIE Surya Nusantara Gelar Inklusi Lebih lanjut di: https://www.pajak.go.id/id/berita/pajak-sumut-dua-gandeng-stie-surya-nusantara-gelar-inklusi
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara II gandeng Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara dalam pelaksanaan program Inklusi Pajak. Kegiatan ini diikuti 25 mahasiswa dan dilaksanakan di kampus Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara, Kota Pematang Siantar (Selasa, 21/2). Program Inklusi pajak merupakan program menumbuhkan kesadaran pajak sejak usia dini dengan mengacu pada kurikulum yang berlaku. Sebelumnya Kanwil DJP Sumatera Utara II telah mengadakan kegiatan bimbingan teknis kepada dosen di Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara sebagai mitra inklusi. Melalui kegiatan tersebut, Tim Kanwil DJP Sumatera Utara II menyampaikan tahapan program inklusi dan tata cara pelaksanaannya. Setelah kegiatan persiapan inklusi, mitra dinyatakan siap melaksanakan inklusi dengan pendampingan Kanwil DJP Sumatera Utara II. Pelaksanaan Inklusi di Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara dilakukan oleh Dr. Pipin Sumantrie. S.Kp., M.Kep. yang merupakan Dosen mata kuliah Kewirausahaan. Dalam proses belajar-mengajar beliau menyampaikan “Pajak merupakan kewajiban pada negara yang diatur dalam undang-undang dan dampaknya dirasakan pada seluruh aspek, misalnya jalan yang bagus, dan fasilitas umum yang baik”. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa dan memberikan pemahaman pentingnya pajak, sehingga dimasa depan mahasiswa siap menjadi wajib pajak yang patuh dan taat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Lebih lanjut di: https://www.pajak.go.id/id/berita/pajak-sumut-dua-gandeng-stie-surya-nusantara-gelar-inklusi
Edukasi Manajemen Pola Hidup Sehat di Desa Pegagan Julu, Kabupaten Dairi
The success of a country can be seen from the results of the Human Achievement Index (IPM) owned by the country. One indicator of HDI is health status. This community service has the aim of increasing people's motivation to maintain education on healthy lifestyles. In carrying out this community service, the method used in this community service activity is to conduct interactive health seminars, so that the expected materials and objectives can reach the community directly. The conclusions obtained from this activity are as follows, overall (100%) the people of Pegagan Julu IV village feel the benefits of the healthy lifestyle education activities that are delivered, but in their commitment to living a healthy lifestyle there are only 90% of the people who are committed to maintaining health, through a healthy lifestyle.
Peningkatan Kesadaran Siswa Sekolah Dasar melalui Seminar Pola Hidup Sehat di SD Advent Martoba, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara
Pola hidup sehat merupakan gaya hidup yang perlu dijaga untuk memperoleh kesehatan yang optimal baik fisik, kerohanian, mental dan sosial. Pada saat ini banyak siswa-siswi SD yang tidak memperhatikan kesehatannya. Banyak yang mengikuti selera tanpa menyadari kualitas makanan yang sedang dikonsumsi, makan tanpa memperhatikan kebersihan tangan, dan jarang olahraga. Tujuan dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi SD Advent Martoba akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan memberikan seminar mengenai makanan sehat, cuci tangan yang benar sebelum dan sesudah makan, olahraga. Metode yang dilakukan ialah metode survei deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan. Uji paired samples correlations menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara pre tes dan post tes (r=0.861, p=0.000). Dari data ini, kegiatan ini berdampak positif kepada siswa-siswi SD Advent Martoba dengan meningkatnya kesadaran mereka untuk memilih makanan yang sehat dan bersih, mencuci makan sebelum dan sesudah makan, serta pentingnya berolahraga.
THE DIFFICULTIES ENCOUNTERED BY ENGLISH TEACHERS IN TEACHING ENGLISH IN INDONESIA
Mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing merupakan tugas yang menantang, terutama bila dilakukan di tempat-tempat dimana bahasa Inggris hanya mempunyai tujuan yang terbatas. Penelitian ini berusaha untuk menyelidiki kesulitan dalam mengajar bahasa Inggris serta solusi yang diambil oleh guru bahasa Inggris di sekolah Advent di Indonesia. Studi ini menangkap sudut pandang guru bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan pengajaran bahasa Inggris di kelas dan solusi yang mereka terapkan untuk menyelesaikannya melalui wawancara. Sejumlah kesulitan yang ditemukan, sebagian berasal dari siswa, sebagian dari guru, dan sebagian dari fasilitas sekolah, yaitu kurangnya penguasaan kosakata siswa, kurangnya pengetahuan tentang berbagai macam tata bahasa dan struktur, kesulitan guru dalam memperbaiki kesalahan siswa. tata bahasa, kesulitan guru menyelesaikan materi kurikulum pemerintah, kurangnya guru dalam menggunakan terminologi tata bahasa, kesulitan guru dalam mentransfer pengetahuannya ke dalam penggunaan bahasa yang komunikatif, sumber daya dan fasilitas yang tidak memadai, dan keterbatasan waktu. Solusi untuk mengatasi tantangan tersebut juga disarankan dalam penelitian ini, pembenahan sikap, penerapan berbagai metode dan teknik pengajaran, peningkatan sumber daya dan fasilitas, penyesuaian tingkat siswa dan situasi belajar, penggunaan dan penyediaan kamus, pemanfaatan sumber daya dan fasilitas yang tersedia, penyediaan umpan balik motivasi, mencari metode atau materi yang tepat, dan refleksi diri guru mungkin cukup membantu dalam mengatasi kesulitan pengajaran bahasa Inggris di situasi kelas
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMPN 1 ARJASA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) MATERI ARITMATIKA SOSIAL BERDASARKAN GENDER
Cindy Fiana, 2023: Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMPN 1 Arjasa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Materi Aritmatika Sosial Berdasarkan Gender Kata Kunci : Berpikir Tingkat Tinggi, Soal HOTS, Aritmatika Sosial, Gender Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki siswa. Padahal kemampuan berpikir tingkat tinggi memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematika. Agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang baik, maka siswa harus terbiasa untuk melatih dirinya untuk menyelesaikan permasalahan yang dianggapnya sulit. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa laki-laki dalam menyelesaikan soal higher order thinking skills (HOTS) materi Aritmatika Sosial, 2) mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa perempuan dalam menyelesaikan soal higher order thinking skills (HOTS) materi Aritmatika Sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan di kelas VIIF yang berjumlah 32 siswa di SMP Negeri 1 Arjasa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 6 subjek dengan 3 subjek laki-laki dan 3 subjek perempuan yang mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Untuk keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Siswa laiki-laki tidak mampu mencapai semua indikator dari berpikir tingkat tinggi. Siswa laki-laki mampu memenuhi indikator menganalisis tetapi jawaban yang diperoleh kurang tepat. Kemudian untuk indikator mengevaluasi siswa laki-laki mampu memenuhinya. Dan untuk indikator mencipta siswa laki-laki mampu memenuhi dan terdapat satu subjek yang tidak mampu memenuhi indikator mencipta. 2) Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa perempuan pada penelitian ini yaitu siswa mampu memenuhi semua indikator berpikir tingkat tinggi dan terdapat beberapa siswa yang hanya mampu memenuhi indikator dari berpikir tingkat tinggi yaitu indikator menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Namun, walaupun hanya sebagian siswa yang mampu memenuhi semua indikator berpikir tingkat tinggi, tetapi subjek perempuan terlihat lebih baik daripada subjek laki-laki dalam memecahkan permasalahan matematika.
INTERNALISASI KARAKTER RELIGIUS DAN KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA MELALUI PROGRAM ISLAMIC BUILDING DAN CHARACTER BUILDING
Atiris Syari’ah, 2025, Internalisasi Karakter Religius dan Karakter Peduli Sosial Siswa melalui Program Islamic Building dan Character Building (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Internasional Sabilillah Sampang), Tesis, Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Pembimbing: Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., Prof. Dr. Marno, M.Ag. Fenomena kemorosotan moral seperti bullying (perundungan), pelecehan, pergaulan bebas, pencurian, kebiasaan menyontek, melawan guru, dan kerusakan moral lainnya menjadi problem sosial yang terus terjadi dan perlu diatasi hingga tuntas. Oleh karena itu dibutuhkan sistem pendidikan yang menjadikan siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap religius dan kepedulian sosial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan bentuk nilai-nilai dalam program Islamic Building dan Character Building. 2) Menjelaskan model internalisasi karakter dalam program Islamic Building dan Character Building. 3) Menjelaskan tantangan internalisasi karakter melalui program Islamic Building dan Character Building. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman dengan mereduksi, menyajikan data, dan meyimpulkan data. Data diperiksa keabsahannya melalui uji kredibilitas dengan menambah waktu penelitian, menambah ketekunan peneliti, dan menggunakan triangulasi data Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai-nilai dalam program Islamic Building yakni akidah, ibadah, akhlak, dan istikamah. Sementara nilai dalam program Character Building yakni kepemimpinan, empati, kreatif, kerja sama, dan tanggung jawab. 2) Model internalisasi karakter dalam program Islamic Building dan Character Building yakni transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai. 3) Tantangan internalisasi karakter yakni kesadaran orang tua, pengaruh negatif teknologi, dan latar belakang siswa. Kata Kunci: Internalisasi, Karakter Religius, Peduli Sosial
Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Penerima Bantuan Rumah Layak Huni untuk Keluarga Kurang Mampu Menerapkan Metode VIKOR dan Pembobotan Menggunakan Metode SWARA pada Desa Petangguhan
Bantuan rumah layak huni adalah sebuah wadah yang diberikan sebagai tempat tinggal yang layak untuk dihuni oleh sebuah keluarga. Pemberian bantuan rumah layak huni menjadi salah satu kebijakan pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat yang termasuk ke dalam kategori tidak mampu. Desa Petangguhan sulitnya menentukan rekomendasi penerima bantuan rumah layak huni untuk keluarga yang kurang mampu sesuai dengan tujuan pemerintah daerah. Penilaian subjektif masih digunakan dalam proses penentuan kelayakan calon penerima bantuan rumah layak huni. Menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Desa Petangguhan terkait penentuan rekomendasi penerima bantuan rumah layak huni untuk keluarga kurang mampu maka dalam penelitian ini penulis membangun sebuah sistem pendukung keputusan yang bersifat objektif. Metode yang digunakan sebagai penyelesaian masalah tersebut adalah metode Vise Kriterijumska Optimizajica I Kompromisno Resenje (VIKOR) dan Stepwise Weight Assessment Ratio Analysis (SWARA). Penerapan metode VIKOR berfungsi sebagai perangkingan dan SWARA berfungsi sebagai pembobotan kriteria. Sistem pendukung keputusan rekomendasi penerima bantuan rumah layak huni untuk keluarga kurang mampu menerapkan metode VIKOR dan pembobotan menggunakan metode SWARA pada desa petangguhan menjadi efektif dan efesian dari hasil penerapan alternatif yang terpilih adalah Riko Syahputra (A1) dengan nilai 0,046. Downloads