Ditemukan 558 karya tulis
PENERAPAN TENAGA KERJA SECURITY DENGAN SISTEM OUTSOURCING BERDASARKAN PERJANJIAN KERJASAMA PENYEDIAAN JASA PEKERJA/BURUH
Kerjasama antara Universitas Katolik Santo Thomas dengan PT. SATRIA WAHID NUSANTARA (SWAT) selaku Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja (PPJP) merupakan kerjasama berdasarkan sistem outsourcing. Adapun jasa yang dioutsourcing kan Universitas Katolik Santo Thomas Medan yaitu tenaga kerja satpam. Di Indonesia usaha bidang pengamanan ada lembaga yang menyediakan jasa pengamanan, sama halnya dengan outsourcing, sehingga Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) sama diartikan dengan penyedia jasa tenaga kerja lainnya. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai pelaksanaan sistem outsourcing (alih daya) tenaga kerja satpam di Universitas Katolik Santo Thomas Medan, pemenuhan hak-hak tenaga kerja outsourcing yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan bentuk permasalahan outsourcing yang pernah terjadi di Universitas Katolik Santo Thomas Medan selaku principal/user outsourcing.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif berdasarkan pada data primer yaitu wawancara secara langsung dengan responden yang berkaitan dengan penelitian ini dan data sekunder bersumber dari kontrak/perjanjian yang telah dibuat oleh Universitas Katolik Santo Thomas Medan dengan PT. SWAT dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan kontrak/perjanjian yang telah dibuat, Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan sistem outsourcing di Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Pertanggungjawaban PPJP selaku perusahaan outsourcing yang belum sepenuhnya terlaksana kepada tenaga kerja satpam dan lemahnya sistem keamanan dengan tidak adanya CCTV di Universitas Katolik Santo Thomas Medan yang mendukung kinerja Satpam.
Analisis Pengaruh Learning Rate dalam Menentukan Mean Square Error (Mse) pada Algoritma Long Short Term Memory (LSTM)
Long Short Term Memory (LSTM) merupakan salah satu algoritma Machine Learning (ML) berbasis pendekatan Reccurent Neural Network (RNN). LSTM memiliki empat lapisan neuron yang biasa disebut gerbang untuk mengatur memori setiap neuron, sehingga dapat mendeteksi data mana yang perlu dan tidak perlu digunakan. Salah satu komponen penting yang digunakan LSTM untuk menentukan nilai Mean Square Error (MSE) adalah learning rate. Pada penelitian ini dataset yang digunakan adalah penggunaan aplikasi di Kominfo sebanyak 6196. Adapun atribut meliputi nama pengguna, aplikasi, tanggal akses, dan bandwidth yang digunakan (GB). Data dibagi menjadi data training sebesar 80% dan data testing sebesar 20%. Model dilatih untuk 150 epoch dengan batch size 32. Dalam penelitian ini, peneliti telah menguji pengaruh berbagai nilai learning rate terhadap performa model LSTM dalam menganalisis nilai yang paling efektif dalam memproses MSE pada model LSTM. Learning rate yang digunakan adalah 0.1, 0.01, dan 0.001. Hasilnya menunjukkan bahwa learning rate 0.001 memberikan performa terbaik dengan menunjukkan hasil yang cenderung stabil dengan fluktuasi yang minimal dan nilai MSE yang konsisten lebih rendah pada epoch 100 dan epoch 150. Learning rate 0.001 memberikan performa terbaik dengan menunjukkan hasil yang cenderung stabil dengan fluktuasi yang minimal dan nilai MSE yang konsisten lebih rendah pada epoch 115 yaitu MSE 0,083705828. Pemilihan learning rate yang tepat sangat penting untuk optimisasi model LSTM. Learning rate 0.001 menunjukkan hasil terbaik dalam konteks penelitian ini, sehingga dapat direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya. Long Short Term Memory (LSTM) is a Machine Learning (ML) algorithm based on the Recurent Neural Network (RNN) approach. LSTM has four layers of neurons which are usually called gates to organize the memory of each neuron, so that it can detect which data needs and does not need to be used. One of the important components used by LSTM to determine the Mean Square Error (MSE) value is the learning rate. In this research, the dataset used is 6196 applications used in Kominfo. The attributes include user name, application, access date and bandwidth used (GB). The data is divided into 80% training data and 20% testing data. The model was trained for 150 epochs with a batch size of 32. In this study, researchers have tested the effect of various learning rate values on the performance of the LSTM model in analyzing the most effective value in processing MSE in the LSTM model. The learning rates used are 0.1, 0.01, and 0.001. The results show that a learning rate of 0.001 provides the best performance by showing results that tend to be stable with minimal fluctuations and MSE values that are consistently lower at epoch 100 and epoch 150. A learning rate of 0.001 provides the best performance by showing results that tend to be stable with minimal fluctuations and The MSE value is consistently lower at epoch 115, namely MSE 0.083705828. Choosing the right learning rate is very important for LSTM model optimization. A learning rate of 0.001 shows the best results in the context of this research, so it can be recommended for future researches.
FORMULASI KEBIJAKAN TINDAK PIDANA PROSTITUSI ONLINE TERHADAP KORBAN ANAK (ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SERANG NOMOR 563/PID.SUS/2023/PN.SRG)
The development of prostitution with social media intermediaries (online prostitution) is becoming lively, the percentage is increasing and the development is rapid. Prostitution activities have never experienced a degradation in the number of activities, but have always increased in number every year and this is a criminal act with old cases wrapped in a new way due to sophisticated technology. This research is a normative legal research method (Yuridis Normatif). The researcher examines how the regulation of the criminal act of online minor prostitution in Indonesian criminal law and what considerations the Panel of Judges in the Serang District Court Decision Number 563/Pid.Sus/2023/PN.SRG imposed punishment on the defendant. It can be concluded that the regulation of online child prostitution cases in Indonesia gives rise to a vague norm, namely the vagueness of norms because there are laws and regulations whose meaning is unclear and there is no detailed explanation of the existing articles so that they are prone to multiple interpretations. The judge's consideration used in resolving the case was correct because the defendant's actions fulfilled the elements in the indictment. However, the judge overruled several regulations, especially the ITE Law regarding the crime of prostitution through electronic media. It is necessary to systematically re-regulate online prostitution of children, especially in the Criminal Code. This regulation needs to involve good cooperation between the Attorney General, Police, State Cyber and Crypto Agency (BSSN), Communication and Information, Indonesian Child Protection Commission (KPAI), National Human Rights Commission, Ministry of PPA, Ministry of Social Affairs through a memorandum of understanding between these institutions to ensure legal certainty in Indonesia.
Perencanaan Gedung Serbaguna Universitas Medan Area
Universitas Medan Area adalah salah satu universitas swasta yang ada di Sumatera Utara. Universitas Medan Area berdiri dengan berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai salah satu wujud peran serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menyelenggarakan pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, jujur, memiliki integritas dalam melakukan penelitian dan pengembangan pengetahuan, teknologi dan seni yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat serta mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan bidang dan keahlian yang digeluti. Untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, juga untuk lebih mengenal Universitas Medan Area kepada masyarakat maka pihak universitas disarankan membangun Gedung Serba-guna dan fasilitas pendukung lainnya, yang berfungsi sebagai wadah tempat menampung kegiatan-kegiatan yang dilakukan Universitas Medan Area baik kegiatan akademis maupun kegiatan non akademis. Dengan adanya bangunan bentang lebar ini, maka manfaatnya dapat membentuk citra dan identitas serta kualitas dari Universitas Medan Area. Gedung Serba-guna ini juga dapat menjadi penyatu bagi seluruh gedung serta menjadi bangunan penerima bagi kompleks Universitas Medan Area. Untuk membentuk seperti hal diatas maka dalam perencanaan Gedung Serba-guna tersebut faktor-faktor yang mempengaruhi seperti faktor pembuat/pembentuk . tanda dan faktor pemberi tanda harus di perhatikan. Dalam pembuatan tanda juga harus memperhatikan ciri-ciri seperti tata guna lahan, lokasi bangunan, jaringan bangunan dan lingkungan. Sedangkan dalam pemberi tanda yang dapat memberikan gambaran umum mengenai kampus sehingga menimbulkan images bagi masyarakat lingkungan kampus dengan memperhatikan gaya atau aliran arsitektur (style), tanda atau ciri terhadap lingkungannya (land marks), tata ruang luar (landscape) serta bahan-bahan yang digunakan (material). Dengan penerapan konsep-konsep ini maka perencanaan Gedung Serbaguna dapat terwujud dengan baik. University Medan Area is one of the private university exist in North Sumatra. University Medan Area stand up with have Pancasila principality to and Constitution 1945 as one of the role form and also in educating life of nation. Carrying out education utilize to yield preeminent human resource, downright, owning integrity in conducting knowledge development and research, artistic and technological capable to answer and challenge requirement of society and also devoted x'self for the sake of society, state and nation as according to membership and area wrestled. To support executed activity, also to be more recognize University Medan Area to society hence university side suggested to develop build Multipurpose Building and other supporter facility, which function as place of place accomodate conducted by activity is good University Medan Area of academic activity and also activity of is non academic. With the existence of building unfold this wide, hence its benefit can form identity and image and also the quality of from University Medan Area. this Multipurpose Building also can become penyatu for all building and also become receiver building to University Medan Area complex. To form like above matter hence in the plan the Multipurpose Building of factors influencing like sign maker factor and sign giver factor have to in paying attention. In making of sign also have to pay attention marking like arranging to utilize farm, building location, building network and environment. While in sign giver which can give public picture hit campus causing images to environmental society of campus by paying attention architecture stream or style, characteristic or sign to its environment (land marks), external planology (landscape) and also used materials. With this concepts hence Multipurpose Building planning earn form.
Comic Media in Learning of Elementary Schools: Systematic Literature Review
Comics are alternative media that can be used by teachers in carrying out learning in elementary schools. Learning comics are stories made by teachers with certain characters with the aim of making it easier for students to understand the material. This research using the concept of literature review uses the Systematic Literature Review (SLR) technique. The Systematic Literature Review technique is carried out by reviewing articles that are in accordance with the topic of the research question and then making an in-depth study of the articles that have been reviewed. The results of the data analysis that has been carried out are that the use of comics can improve students' understanding of the material which results in improving student learning outcomes in elementary schools. In addition, the cultivation of good character values can be done through the use of comics. Another result is that the local culture of the local area in the elementary school can be used as a good alternative in setting up comic stories. It is necessary to choose a good topic so that the comics used can make it easier for students to understand the material.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu dan Sistem Kardiovaskular Pada Pengunjung Kedai Kopi di Kota Medan
Kopi merupakan minuman populer dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kontemporer. Kopi mengandung zat bioaktif seperti kafein, asam klorogenat, dan polifenol yang dapat memengaruhi metabolisme glukosa dan sistem kardiovaskular. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang bervariasi mengenai efek konsumsi kopi terhadap kadar gula darah, tekanan darah, dan denyut nadi, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untu memahami hubungan tersebut pada masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi terhadap kadar gula darah sewaktu dan sistem kardiovaskular (tekanan darah dan denyut nadi) pada pengunjung kedai kopi di Kota Medan. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen adalah kebiasaan konsumsi kopi, sedangkan variabel dependen meliputi kadar gula darah sewaktu, tekanan darah, dan denyut nadi. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di Hanami Coffee and Space Medan dengan jumlah sampel 100 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan konsumsi kopi serta pengukuran kadar gula darah sewaktu, tekanan darah, dan denyut nadi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Likelihood Ratio Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 22-25 tahun (42,0%), berjenis kelamin laki-laki (91,0%), dan berstatus sebagai mahasiswa (71,0%). Sebagian besar responden memiliki kebiasaan konsumsi kopi kategori sedang dengan frekuensi 1–2 cangkir per hari (95,0%). Mayoritas responden juga memiliki kadar gula darah sewaktu normal (97,0%), tekanan darah kategori prehipertensi (39,0%), dan denyut nadi normal (74,0%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan kadar gula darah sewaktu (p=0,127), tekanan darah (p=0,514), maupun denyut nadi (p=0,724). Kebiasaan konsumsi kopi tidak berhubungan secara signifikan dengan kadar gula darah sewaktu, tekanan darah, maupun denyut nadi pada responden yang diteliti.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA OKNUM LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMERASAN DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA (ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA UTARA NOMOR 276/PID.B/2020/PN JKT.UTR)
Nowadays, several non-governmental organizations or NGOs have deviated and are no longer guided by the rules as they should be. These NGOs carry out their goals and functions, a handful of NGOs carry out illegal services billing and extortion carried out in the area of the NGO itself. Therefore, it is very interesting and important to study further how the criminal act of extortion by non-governmental organizations (NGOs) is regulated in Indonesian criminal law? and What were the considerations of the Panel of Judges in the North Jakarta District Court Decision Number 276/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr in convicting the Defendant of a Non-Governmental Organization (NGO) as the perpetrator of the crime of extortion. To answer these problems, normative juridical legal research methods are used with statutory and conceptual regulatory approaches. Data obtained from primary, secondary and tertiary legal material sources were collected and then analyzed using qualitative data analysis techniques. From the research results, it was found that the criminal act of extortion with violence is regulated in Article 368 of the old Criminal Code which is still in effect at this time and the new Criminal Code, namely Article 482 of Law 1/2023 which comes into effect from the date of promulgation, namely 2026. Analysis of Decision Number 276/Pid .B/2020/PN Jkt.Utr for the criminal act of extortion committed by a Non-Governmental Organization (NGO) against Slamet Riyanto, the defendant was sentenced to 6 (six) months in prison. The things that mitigate the defendant include that the defendant has never been punished, admits and regrets his actions.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SD NEGERI 091374 NAGA SARIBU
This study aims to determine the effect of the Think Pair Share type cooperative learning model on student learning outcomes in science learning on the food chain material of grade V of SD Negeri 091374 Naga Saribu Learning Year 2024/2025. The research method used is an experimental method with a quantitative research type. To obtain data, a test instrument of 20 questions and a 20 item questionnaire are required. The number of research samples is 21 students using a saturated sampling technique. To determine the initial ability of students, the study conducted a Pretest with an average value of 51,09 which is in the less category. The results of the Pretest have an increase from the results of the Posttest given previously with an average value reaching 77,1 with a good category. It can be said that the level of success of student learning outcomes using the Think Pair Share model has increased and has an effect with a strong category as evidenced by the results of the correlation coefficient test calculation obtained the results of rhitung ≥ rtable with a result of 0,756 ≥ 0.433. Furthermore, the hypothesis test that compares the value of thitung ≥ ttable. The value of thitung = 5,042 is obtained while ttable = 1,720. Because thitung ≥ ttable (5,042 ≥ 1,720) then Ha is accepted and Ho is rejected. Through the t-test, it can be concluded that there is a significant positive influence between the Think Pair Share learning model (X) on student learning outcomes (Y).
Social Criticism based on Character Paradigm The Use of Literature in Indonesian Companion Books
Research on literature contained in student companion books, in the range of 2024 still does not exist. Meanwhile, research in the use of literature in student companion books is very important to do, as a discussion material with a different scope. Therefore, the research seeks to explore the literature contained in smart Indonesian textbooks in the context of social criticism in its relevance to the character paradigm. The problem that arises in this study is how the influence of social criticism on literature that contains a paradigm of character? The data of this research is in the form of literary text excerpts used in the Student Companion Book. The source of the research data is the smart Indonesian textbook, published by Yudistira, in 2023. Data collection techniques used reading and note-taking techniques. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, verification and conclusion. The results showed that the form of 1) social criticism in literature contained in the Student Companion Book, highlighting the problems of women's image, the level of marital happiness, patriarchal culture, politics, community strasification, and education. 2) The character paradigm emphasized is responsibility and empathy. The implication of this research is to provide a new narration of social criticism that can be understood objectively, by involving various scientific fields.
Pemeriksaan Tubex (Imunoserologi) Peningkatan Imunitas Tubuh Pada Pasien Demam Tifoid Di Rse Medan Tahun 2024
Systemic fever and acute is generally called typhoid fever. This typhoid fever caused by bacteria Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, B and C which usually characterized by prolonged fever due to bacteria that live in blood. The purpose was to determine that Tubex examination as one of the Immunoserology examinations to increase body immunity in typhoid fever patients at the Santa Elisabeth Hospital Medan in 2024. The research design is descriptive, that aims to describe or explain samples that are positive for typhoid fever based tubex examination. The description is based factual and systemic data. Collecting sampling in this study is primary data where blood samples are taken directly from patients who are positive for thypoid fever and treated in the inpatient and outpatient units of the Santa Elisabeth Hospital Medan in 2024. The results of the immunoserology laboratory examination using the Tubex method from 65 samples that met the criteria obtained Color 1-2 (negative) were 15 people (23,1%) are low, Color 3 (unclear/certain) did not exist, Color 4 (positive weak) was 15 people (23,1%) are low and Color 6-10 (positive strong) was 30 people (53,8%) are high. Interpretation of results the typhoid fever examination using the Tubex method is done by comparing the color that appears in the examination reaction results with the standard color that has a score on the Tubex method and is semi-quantitative. It is hoped that through this examination will improve healthy lifestyle that will avoid typhoid fever increasingly high among the Indonesia people.
Terapi Aktifitas Kelompok Art Painting Therapy dan Garden Therapy Untuk Menurukan Tingkat Stres Pada Lansia Di UPTD Panti Griya Werdha Jambangan Surabaya
Manusia lanjut usia jumlahnya terus meningkat, baik di dunia maupun di Indonesia. Peningkatan jumlah lansia berdampak pada peningkatan jumlah lansia yang tinggal di panti werdha. Lansia yang tinggal di panti Werdha pada umumnya mempunyai tingkat ketergantungan parsial yang masih dapat dilibatkan dalam kegiatan sehari-hari. yang bermanfaat, dan dapat mengurangi kejenuhan dan mengurangi stres. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk memberikan terapi art painting dan garden therapy untuk menurunkan tingkat stress pada lansia di UPTD Panti Griya Werdha Jambangan Kota Surabaya. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan mengukur tingkat stress sebelum memberikan terapi melalui kuisioner, setelah itu diberikan tindakan art therapy dengan media pot yang dihiasi sesuai keinginan lansia dan di beri nama. Kemudian pot tersebut dipakai sebagai media tanam untuk kegiatan garden therapy. Setelah tindakan tersebut diukur kembali tingkat stress lansia. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia di griya werdha terutama lansia dengan depresi dan menarik diri bisa kembali bersosialisasi bersama lansia yang lain, mengurangi kejenuhan dan meningkatkan aktifitas fisik sehingga lansia lebih aktif dan mandiri. Art painting dan garden therapy dapat menurunkan tingkat stress lansia. Terapi ini sangat baik diterapkan di panti Werdha untuk mengisi kegiatan sehari-hari.
Pengendalian Hama Kutu Putih Pada Tanaman Acacia Crassicarpa Dengan Menggunakan Insektisida Actara 25 Wg
Acacia crassicarpa merupakan salah satu jenis tanaman kehutanan cepat tumbuh yang mempunyai potensi untuk dikembangkan di HTI. Pertumbuhan dan hasil tanaman sangat bergantung juga padaserangan hama.Serangan hama berdampak pada pertumbuhan tanaman A. crassicarpayang menjadi kerdil sehingga produksi tanaman terganggu. untuk mengendalikan serangan hama tersebut, diperlukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan menggunakan insektisida actara25 WG. Insektisida kimia yang berpotensi untuk pengendalian hama kutu putih yaitu actara25 WG. Insektisida actara 25 WG sangat efektif digunakan untuk pengendalian hama kutu putihkarena mempunyai kemampuan cepat menembus dan menyebar ke seluruh jaringan daun sehingga memberikan perlindungan lebih lama sampai ke tunas-tunas baru. Oleh karena itu, diperlukannya pengujian insektisida actarauntuk pengendalian hama kutu putih pada tanaman A. crassicarpa.Penelitian bertujuan untuk menganalisa pengaruh dan konsentrasi terbaik insektisida actara dengan konsentrasi yang berbeda terhadap serangan hama kutu putih di kebun pangkas A. crassicarpa. Penelitian ini dilaksanakan bulan April - Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi insektisida actara25 WG dengan5 taraf perlakuan yaitutidak diberikan insektisida actara25 WG (kontrol),konsentrasiinsektisida actara25 WG 0,05%, 0,1%, 0,15% dan 0,2%. Parameter yang diamati adalah mortalitas hama di laboratorium, mortalitas di lapangan, tingkat keparahan serengan di lapangan dan efetivitas kemampuan insektisida. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan analisis sidik ragam (Anova) menggunakan software SPSS 20 dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuankonsentrasi insektisida actara25 WG berpengaruh nyata terhadap masing-masing parameter uji. Konsentrasi 0.2% memperlihatkan keefektifan insektisida actara 25 WG terbaik dalam pengendalian hama kutu putih dari parameter pengamatan dilaboratorium dengan tingkat kematian 100% pada 3 jam setelah aplikasi (JSA)dan di lapangan 100% dalam 6 hari setelah aplikasi (HSA), tingkat keparahan serangan hama 0,4% serta efektifitas pengendalian 96,5%.